Log in

Polres Gayo Lues Musnahkan Satu Ton Lebih Ganja

Pemusnahan satu ton lebih ganja di halaman Mapolres Gayo Lues, Rabu (11/9). Pemusnahan satu ton lebih ganja di halaman Mapolres Gayo Lues, Rabu (11/9).

Blangkejeren-andalas Kepolisian Resor (Polres) Gayo Lues memusnahkan satu ton lebih ganja atau "bakong ijo" barang bukti hasil pengungkapan beberapa kasus penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar di halaman Mapolres Gayo Lues, Rabu (11/9).

Kasat Narkoba Polres Gayo Lues Iptu Syamsuir menyebutkan, ganja yang dimusnahkan terdiri dari 1.092 kilogram (Kg) ganja kering siap edar dan 500 batang ganja hasil temuan dari ladang hutan Leuser.

"Ganja yang dimusnahkan ini berasal dari enam kasus, yaitu 360 Kg ganja yang TSK-nya atas nama Sul Karnaini, 162 Kg ganja dari TSK Rejeb (DPO), 500 batang ganja dari sisa pemusnahan ladang narkotika di pegunungan Kecamatan Pining yang TSK-nya atas nama Hasan Basri alias Cak, 120 Kg ganja dari TSK Robinson (DPO), 200 Kg ganja tak bertuan dari Putri Betung, dan 250 Kg ganja hasil temuan dari Desa Agusen," katanya.

Hadir saat itu Wakapolres Kompol Andiano, Direktur Pemberdayaan BNN RI Brigjen Pol Drs Anjar Dewanto SH MBA, Kepala BNNK Gayo Lues, perwakilan TNI, perwakilan kejaksaan, Kadis Kesehatan dan tamu undangan lainya.

Anjar Dewanto dalam sambutannya mengatakan, Gayo Lues dan beberapa kabupaten lainnya di Aceh masih menjadi sumber penanaman ganja, dan untuk memberantasnya bukan hanya tugas Polri dan BNN, tetapi seluruh lini masyarakat harus bersama-sama untuk memberantasnya.

"Ganja memang memiliki manfaat untuk kesehatan, tetapi lebih banyak mudaratnya. Untuk mengalihkan petani ganja menanam tanaman lain bukan perkara yang mudah. Kita harus bersama-sama meyakinkan penanam ganja ini agar mau menanam kopi, serai wangi dan jagung untuk penghasilannya, sehingga tidak lagi menanam ganja," katanya.

Saat ini, kata Anjar, ganja memang kalah bersaing dengan narkotika jenis sabu-sabu, baik di bidang harga, pemasaran, dan kemudahan menyelundupkannya. Bayangkan saja, harga 1 Kg sabu mencapai Rp1 miliar lebih, sedangkan harga ganja hanya berkisar ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

"Mari sama-sama kita berantas peredaran narkoba ini dan ke depan kita harus membuat TAT (Tim Assesment Terpadu) yang tergabung dari berbagai unsur, sehingga bagi pengguna narkoba yang baru satu kali menggunakan sudah ketangkap, tidak perlu dihukum di balik jeruji besi karena bisa tambah parah setelah keluar nantinya, tetapi cukup diadili oleh TAT ini, dan direhabilitasi saja," jelasnya.

Menurut Anjar daerah yang penduduknya banyak menggunakan sabu, angka kriminalitasnya sudah bisa dipastikan meningkat, sebab jika penggunanya adalah laki-laki, maka ketika kebutuhan pembeli sabu tidak terpenuhi, Mereke akan melakukan pencurian, perampokan hingga begal, dan jika penggunanya perempuan, bisnis prostitusi akan menjadi pekerjaan utama untuk mendapatkan uang dengan mudah. (NUAR)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px