Log in

Polisi Tangkap Pelaku Human Trafficking Antarnegara

Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe Iptu Riski Andrian memperlihatkan tersangka tindak pidana perdagangan manusia dalam konferensi pers di Mapolres setempat. Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe Iptu Riski Andrian memperlihatkan tersangka tindak pidana perdagangan manusia dalam konferensi pers di Mapolres setempat.

Lhokseumawe,Aceh – andalas Satuan Reskrim Polres Lhokseumawe menangkap wanita berinisial FA (29) yang diduga sebagai pelaku tindak pidana perdagangan manusia (human Trafficking) antarnegara sejak sepuluh bulan terakhir.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan melalui Kasat Reskrim Iptu Riski Andrian, Jumat (7/8) dalam konferensi pers di Mapolres setempat mengatakan, penangkapan FA bermula dari pengakuan dua orang korban  berinisial  NW (24) dan DY (20) yang melaporkan kalau dirinya menjadi korban perdagangan manusia yang dilakukan oleh tersangka.

“Jadi awal mula kejadian, saat itu tersangka mengajak kedua korban untuk bekerja di sebuah kafe di Malaysia dengan gaji Rp600 hingga Rp800 ribu per bulan,” jelasnya.

Ia menambahkan, sebelum korban diberangkatkan, tersangka memberikan iming-iming kepada korban, kalau gaji itu bisa membiayai hidup anak dan orangtua korban. Selain itu, juga dapat membelikan sepeda motor. Tersangka juga mengatakan kepada korban kalau duduk di gampong itu tidak ada gunanya.

“Setelah korban menyetujui, tersangka meminta fotokopi kartu keluarga (KK) dan KTP korban untuk dibuat paspor dan biaya pembuatan paspor itu dibiayai oleh tersangka dan uang dikirim langsung dari pemilik kafe di Malaysia. Kemudian, tersangka membawa korban ke Medan, Sumatera Utara untuk pembuatan paspor,” paparnya.

Sambungnya, setelah paspor selesai, tersangka membawa korban ke Batam, kemudian tersangka menyerahkan korban ke seorang laki-laki yang tidak dikenal, dan kemudian tersangka kembali lagi ke Kota Lhokseumawe dengan alasan kalau paspor tersangka tidak selesai.

“Tersangka saat ini sudah kita tahan. Adapun barang bukti yang diamankan berupa paspor atas nama korban yang dikeluarkan di Malysia dan KK, dan juga KTP,” katanya.

Sementara itu, pelaku FA ketika diwawancara mengaku tidak pernah mengajak korban NW dan DY untuk berangkat bekerja di Malaysia. Akan tetapi kedua korban tersebut minta ikut dengan tersangka untuk bisa bekerja di sana.

“Saya tidak mengajak mereka, tapi mereka sendiri yang minta ikut. Kami sama-sama berangkat dan membuat paspor, tetapi paspor saya tidak selesai, sedangkan mereka sudah lebih duluan siap. Saya berkata jujur dan enggak bohong,” kata FA kepada awak media saat jumpa pers di Mapolres Lhokseumawe, Jumat (7/9).(MUL)

23°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 100%

Wind: 6.44 km/h

  • 15 Nov 2018 26°C 22°C
  • 16 Nov 2018 28°C 22°C

Banner 468 x 60 px