Log in

Petani Gayo Lues Tolak Impor Jagung

Petani jagung Gayo Lues merontok jagung yang baru dipanen untuk dijual ke toke dengan harga Rp 4.100 per kg. Petani berharap pemerintah tak impor jagung agar harganya tetap stabil. Petani jagung Gayo Lues merontok jagung yang baru dipanen untuk dijual ke toke dengan harga Rp 4.100 per kg. Petani berharap pemerintah tak impor jagung agar harganya tetap stabil.

Gayo Lues-andalas Petani jagung di Kabupaten Gayo Lues menolak adanya impor jagung di tahun 2019 ini. Pasalnya, selama jagung tidak diimpor harganya mencapai Rp 4.100 per Kg dari harga yang sebelumnya hanya Rp 3.200 per Kg. Dan impor jagung sangat berpengaruh dengan pertumbuhan ekonomi di kabupaten berjuluk Negeri Seribu Bukit tersebut.

Suhar, petani jagung di Kecamatan Blangkejeren, Senin (11/2) mengatakan, pemerintah harus membatasi impor hasil pertanian guna menyejahterakan para petani, dan pembatasan impor akan meningkatkan harga hasil pertanian seperti jagung dan bawang.

"Di tahun 2018 silam banyak sekali jagung yang diimpor pemerintah Indonesia, hasilnya harga jagung hanya berkisar Rp 2.800 hingga Rp 3.200 per Kg. Dan di awal tahun 2019 ini, jagung impor belum ada, dan harga jagung sekarang mencapai Rp 3.800 hingga Rp 4.300 per Kg di Kabupaten Gayo Lues," katanya.

Dalam satu hektare lahan jagung, Suhar mengaku hanya bisa mendapatkan keuntungan bersih Rp 5 juta hingga Rp 7 juta di tahun 2018 silam. Tetapi dengan kenaikan harga di tahun 2019 ini, keuntungan yang diperoleh berkisar Rp 10 juta hingga Rp 20 juta per hectare. Keuntungan itu tergantung dengan kondisi jagung di lapangan.

"Pokoknya sangat terbantulah kami jika pemerintah tidak mengimpor jagung, dan saya selaku petani sangat menolak jika ada niat pemerintah untuk mengimpor jagung, terlabih lagi sekarang ini musim panen petani jagung. Pokoknya kalau bisa janganlah ada lagi impor jagung," jelasnya.

Wais, petani jagung di daerah Penggalangan juga berharap yang sama kepada pemerintah. Katanya, selama petani sedang musim panen jagung jagan ada jagung yang diimpor ke Indonesia, dan jika pun memang harus dilakukan impor jagung, maka pemerintah harus mengkaji kapan waktu yang tepat supaya tidak bersamaan dengan musim panen jagung di Indonesia.

"Mungkin jagung lokal tidak cukup untuk pabrik, ya tidak masalah kalau harus diimpor pun, tapi jangan pas lagi musim panen sekarang ini, kan bisa turun harganya. Kalaupun mau diimpor, pemerintah harus melihat situasi dulu, supaya petani dan pemilik pabrik tidak dirugikan," katanya.

Harga jagung yang sedang naik di Kabupaten Gayo Lues membawa angin segar bagi para petani, dan para petani pun lebih rajin ke kebun daripada sebelumnya mengigat harga mulai menjanjikan dan dapat keuntungan bersih per bulan di atas Rp 1 juta. (NUAR)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px