Log in

Perempuan Korban Kekerasan Berlapis Narkoba


Oleh: Muhammad Ihsan, MHI, MH (Dosen UMSU)

Keterlibatan seorang perempuan menjadi pelaku kriminal seperti kurir narkoba perlu dikaji karena banyak faktor yang menyebabkan mereka terlibat dalam perdagangan dan peredaran narkoba. Perempuan ini bukanlah orang yang mendapat keuntungan besar dari bisnis ini (Jacobs & Miller:1998). Mereka telah dimanfaatkan oleh para pelaku sebenarnya atas keterbatasan dan kelemahan yang dimiliki oleh mereka sebagai perempuan.

Kekerasan berlapis mereka dapatkan dimulai dari terjerumusnya mereka hingga tertangkap dan dihukumnya mereka (Collin:2004). Pemahaman konteks sosial pelanggaran perempuan kurir peredaran gelap narkoba merupakan isu penting dalam upaya memahami pelibatan perempuan dalam aktivitas kriminal.

Sebagaimana hasil kajian literatur, temuan data memperlihatkan adanya gambaran yang jelas tentang keterkaitan sejarah hidup para perempuan ini (herstory subyek) dengan pelanggaran hukum yang mereka lakukan. Berbagai faktor telah membuat mereka menjadi salah satu “pelaku” dalam rantai perdagangan narkoba yaitu sebagai kurir dan bahkan kemudian meningkatkan karir mereka menjadi pengedar.

Ada beberapa konteks sosial yang yang menyebabkan mereka menjadi kurir narkoba, seperti desakan kondisi ekonomi keluarga, penipuan, dan adanya tuntutan menjadi kurir narkoba oleh pasangan perempuan. Di dalam berbagai kondisi tersebut mengakar sifat-sifat patriakal yang menyerang dan merugikan kaum perempuan.

Mereka merupakan tulang punggung keluarga dan mengaku termotivasi untuk menghasilkan uang banyak dari kemiskinan keluarga mereka. sistem seks/gender telah mengopresi perempuan di dalam keluarga, relasi personal dan masyarakat secara luas yang kemudian membawa, menjerat atau menjebak perempuan dalam aktivitas kriminal perdagangan gelap narkoba.

Bahkan di dalam kelompok kriminal ini pun, kembali perempuan mendapatkan kekerasan, dieksploitasi dan direndahkan. Inilah yang disebut atau dinamai sebagai kekerasan berlapis atau viktimisasi berlapis. Opresi tersebut merupakan dehumanisasi terhadap mereka yang berlangsung secara sistematis terhadap perempuan seperti mereka, kelas bawah, miskin, pendidikan rendah, dan tanpa akses pada pelayanan publik.

Menurut Timothy F. Hartnagel (1992), peran jenis kelamin perempuan dan kejahatan harus dilihat sebagai hasil dari sosial ekonomi, politik, dan faktor sejarah. Hal ini menunjukkan kebutuhan untuk penjelasan variasi tingkat kriminalitas perempuan yang mencakup tidak hanya indikator peranan jenis kelamin perempuan tetapi juga variabel sosial dan struktural yang mungkin berdampak pada perkembangan peran perempuan dalam kejahatan. subyek terlibat demi mempertahankan keluarga atau rumah tangganya yang melibatkan keluarga, suami, anak, atau saudara. Pola hubungan subordinasi turut melatarbelakangi keterlibatan perempuan menjadi pelaku dalam perdagangan gelap narkoba. Subyek berada dalam posisi yangtidak memiliki kekuatan dan daya tawar untuk menolak permintaan dan tawaran dari pasangan (laki-laki) mereka.

Analisis terhadap realitas subyek yang terjebak dalam aktivitas kriminal perdagangan gelap narkoba tersebut memperlihatkan bahwa mereka terpaksa dan telah tertipu. Aktivitas kriminal yang mereka lakukan harusnya memposisikan mereka sebagai korban atau bukan pelaku utama. Mereka juga bukanlah orang yang menikmati hasil kerja mereka sendiri sebab ada orang atau sekelompok orang yang mendapatkan keuntungan dari bisnis ini. Merekalah pelaku sesungguhnya, sedangkan perempuan hanya mendapatkan upah, atau bahkan hanya dijanjikan, yang tidak seberapa dibandingkan resiko mereka dalam menghadapi ancaman hukuman baik kurungan, denda bahkan tidak sedikit yang menerima hukuman mati (Sulistyowati:2007).

Lingkar kekerasan atau viktimisasi berlapis tidak berhenti ketika perempuan menjadi seorang kurir narkoba. Proses peradilan pidana yang mereka jalani pun memperlihatkan sebuah viktimisasi. Sekali lagi perempuan kurir dalam peredaran gelap narkoba mengalami opresi karena jenis kelaminnya yang perempuan dan karena mereka miskin. (*)

26°C

Medan, Sumatera Utara

Thunderstorms

Humidity: 90%

Wind: 11.27 km/h

  • 18 Dec 2018 28°C 23°C
  • 19 Dec 2018 29°C 22°C

Banner 468 x 60 px