Log in

Pengadaan Alkes RSUD Gayo Lues Disinyalir Menyimpang

Tim PKN saat menyerahkan dokumen saat melaporkan dugaan korupsi RSUD Gayo Lues ke Polres Gayo Lues.Andalas/nuar Tim PKN saat menyerahkan dokumen saat melaporkan dugaan korupsi RSUD Gayo Lues ke Polres Gayo Lues.Andalas/nuar

Kerugian Negara Diduga Capai Rp2,7 Miliar

Gayo Lues-Andalas Pemantau Keuangan Negara (PKN) melaporkan dugaan penyimpangan pengadaan alat kesehatan (Alkes) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Gayo Lues dengan kerugian ditaksir mencapai Rp 2,785 miliar. Laporan itu diserahkan Tim PKN ke Polres Gayo Lues setelah melalui pemeriksaan oleh BPK RI.

Iskandar, Ketua Harian PKN Pusat Selasa (14/11) mengatakan, laporan yang sudah diserahkan pihaknya ke Polres Gayo Lues adalah tentang dugaan Korupsi di RSUD pada pengadaan alat Kesehatan OK (DAK) berupa Washer Disinfector dan Steam Sterilizer dengan nilai kontrak Rp 2.785.646.900.000 tahun 2016, dengan modus perbuatan melawan hukum. Dimana pekerjaan belum selesai sudah dibayar lunas dan alat kesehatan mangkrak alias tidak berfungsi sejak dibeli hingga saat ini.

"Laporan kami ini sesuai dengan hasil temuan BPK RI tahun 2017," katanya bahwa setelah pihaknya melakukan pemeriksaan, uangnya sudah dibayarkan lunas dengan penerbitan SP2D nomor 3254/SP2D-LS/PBJ/2016 tanggal 13 Desember 2016.

Begitu juga dengan hasil pemeriksaan fisik yang dilakukan BPK bersama PPTK dan pengurus barang Tanggal 28 April 2017, alat kesehatan Washer Disinfector dan Steam Sterilizer itu ditempatkan pada ruang Radiologi dalam kondisi belum termampaatkan. Dan keterangan yang diperoleh BPK dari instalasi Bedah bahwa alat kesehatan itu belum dapat difungsikan karena daya listrik ruang operasi belum mendukung dan harus terlebih dahulu melakukan renovasi pada ruang operasi sebelum difungsikan.

"Saat serah terima barang dari penyedia kepada PPTK tidak didahului dengan uji fungsi atas alat kesehatan yang dilakukan bersama antara penyedia barang dan user dari RSUD, hal itu kami ketahui dari pemeriksaan dokumen," katanya laporan ke Polres diantarkan langsung oleh anggotanya Izharudin dan Jun Sinaga tim PKN.

PKN menduga telah terjadi konspirasi antara Direktur RSUD, PPTK dan perusahaan penyedia jasa dengan fakta, spesifikasi barang tidak tidak sesuai dengan pengajuan pertama, Washer disinfector dan Steam Sterilizer dipesan dan dibeli sementara instalasi dan tegangan listrik belum ada, pekerjaan dibayar lunas tanggal 13 Desember 2016. Sementara dalam Kontrak dibayar lunas setelah alat terpasang dan harus melalui uji coba, Washer Disinfector dan Steam Sterilizer dalam keadaan mangkrak dan tidak berfungsi buat masyarakat dan daerah/RSUD.

"Tidak ada pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pembelian alat tersebut, serta pengadaan alat itu juga terkesan tertutup karena tidak masuk LPSE Kabupaten Gayo Lues," ucapnya.

Akibat alat tersebut makrak dan tidak berfungsi, PKN menyimpulkan kerugian negara dihitung berdasarkan teori total lost dan potensi negara sebesar Rp 2.785.646.900.000. Untuk itu, PKN berharap kepada pihak Kepolisian Polres Gayo Lues dapat mengusut hingga tuntas kasus dugaan Korupsi tersebut yang telah dilaporkan PKN.

Kapolres Gayo Lues AKBP Eka Surahman yang dikonfirmasi mengatakan belum ada masuk laporan itu ke mejanya, dan belum mengetahui adanya laporan dugaan kasus Korupsi yang dilaporkan PKN ke Polres Gayo Lues.

"Nanti saya cek dulu mas, sampai sekarang belum masuk ke meja saya, nanti akan saya kabarin sama mas gimana perkembanganya, terima kasih sudah mengingatkanya," katanya. (Nuar)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

27°C

Medan, Sumatera Utara

Thunderstorms

Humidity: 80%

Wind: 6.44 km/h

  • 21 Nov 2017 28°C 23°C
  • 22 Nov 2017 29°C 22°C

Banner 468 x 60 px