Log in

Pemkab Pidie Tetapkan Tanggap Darurat 12 Hari

Sejumlah kendaraan roda empat meilntasi badan jalan lintas nasional di Desa Kupala yang terendam air dengan ketinggian 50 centi meter. Sejumlah kendaraan roda empat meilntasi badan jalan lintas nasional di Desa Kupala yang terendam air dengan ketinggian 50 centi meter.

Banjir Melanda Pidie

Sigli,Aceh-andalas Banjir yang melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Pidie sejak 26 Februari 2017 yang merendam sejumlah desa serta menimbulkan kerusakan infrastuktur  dan fasilitas umum lainnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie menetapkan status tanggap darurat penanganan banjir selama 12 hari ke depan terhitung Selasa, (28/2). Akibat banjir tersebut sebanyak 107 kepala keluarga (KK) mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Sejumlah kecamatan yang dilanda banjir bandang akibat luapan air sungai adalah Kecamatan Tangse yang menyebakan sejumlah badan jalan di kecamatan tersebut putus akibat longsornya tebing sungai. Hujan deras yang meyebabkan banjir di kecamatan yang terjadi pada Minggu (26/2) sejumlah badan jalan juga tertimbun  tanah longsoran bukit.

Berselang sehari kemudian, hujan deras yang terjadi sejak Sabut malam pekan kemarin dengan curah yang tinggi, banjirpun merendam Kecamatan  Padang Tiji pada Selasa (28/2) dengan ketinggian air mencapai satu meter. Banjir di kecamatan ini pun menyebabkan jalan lintas nasional tepatnya di Desa Kupula ikut terendam setinggi 50 Cm yang mengakibatakan sejumlah kendaraan yang lalu lalang harus antri. Sejumlah rumah penduduk pun ikut terendam, sehingga warga masyarakat harus mengungsi untuk sementara.

Wakil Bupati Pidie, M Iriawan SE kepada wartawan mengatakan, Pemerintah Kabupaten Pidie telah menetapkan masa tanggap darurat tingkat kabupaten penanganan dampak banjir yang melanda sejumlah kecamatan yang merusak sejumlah infrastruktur seperti irigasi dan jalan akses ekonomi masyarakat.

“Masa tanggap darurat diberlakukan selama 12 hari, dimulai sejak hari ini (Selasa 28/2). Sebelumnya, pemerintah juga telah menyalurkan bantuan masa panik ke lokasi-lokasi yang terkena banjir,” sebut M Iriawan, didampingi kepala BPBD Apriadi  di ruang kerjanya.

Dia menjelaskan, banjir di kawasan tersebut telah mengakibatkan aktifitas masyarakat terganggu karena rumahnya terendam dan kerusakan jalan menuju akses ekonomi masyarakat. Pun begitu, banjir di Kecamatan Tangse, akses menuju fasilitas umum sperti sekolah dan rumah sakit juga terganggu.

“Kita sedang memverifikasi laporan kerusakan rumah penduduk, kerusakan infrastruktur maupan fasilitas umum di Kecamatan Tangse dan Padang Tiji,” ujar Iriawan.
Selama masa tanggap darurat, lanjutnya, pemerintah akan melakukan pembenahan dan pembersihan terhadap kerusakan infastruktur, serta pemukiman dan lingkungan masyarakat sesuai dengan waktu tanggap darurat yang telah ditetapkan.

Selain kedua kecamatan tersebut, kecamatan lain seperti Kecamatan Tiro, Muara Tiga dan Batee juga  dimungkinkan juga dilakukan penanganan dampak banjir.Iriawan menambahkan, penetapan tanggap darurat bencana, berlandaskan pada hasil kajian dan analisis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie, serta SKPK teknis lainnya.

Sementara Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie Apriadi di Sigli, Selasa (28/2), mengatakan sebanyak 107 KK tersebut mengungsi ke meunasah setempat akibat air mengenangi rumah mereka. (SAN/ant)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

26°C

Medan, Sumatera Utara

Thunderstorms

Humidity: 90%

Wind: 11.27 km/h

  • 26 Sep 2018 29°C 22°C
  • 27 Sep 2018 28°C 22°C

Banner 468 x 60 px