Log in

Pemerintah Harus Selidiki Bangkrutnya Kilang Padi di Pidie

Kendati seratusan lebih pabrik penggilingan padi di Kabupaten Pidie udah gulung tikar alias bangkrut, kini tinggal belasan penggilingan yang masih melakukan aktivitasnya, seperti di kawasan Desa Seupeng, Kecamatan Indrajaya. Pemerintah diminta perlu melakukan evaluasi. Kendati seratusan lebih pabrik penggilingan padi di Kabupaten Pidie udah gulung tikar alias bangkrut, kini tinggal belasan penggilingan yang masih melakukan aktivitasnya, seperti di kawasan Desa Seupeng, Kecamatan Indrajaya. Pemerintah diminta perlu melakukan evaluasi.

Sigli,Aceh-andalas Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Kabupaten Pidie, Ir Teuku Saifullah TS menyebutkan pemerintah daerah perlu melakukan evaluasi menyusul "Gulung Tikar" alias bangkrut seratusan lebih pabrik penggilingan padi di wilayahnya. Selain itu, harus mengatasi kesulitan petani soal irigasi dan pupuk menjelang musim tanam.

Menurut T Saifullah kepada andalas,  Senin kemarin persoalan bangkrutnya pabrik penggilingan padi di Kabupaten Pidie sudah berlangsung sangat lama, tapi pihak pengusaha penggilingan padi tidak pernah dipanggil untuk di dengar penyebabnya, sepertinya pemerintah tutup mata dan tidak mau peduli.

Sebagai bupati, seharusnya pengusaha dijadikan mitra kerja pemerintah dalsm upaya membangun bersama roda putaran ekonomi rakyat yang dipimpinnya. "Ini tidak dilakukan, sehingga berdampak buruk pada krmajuan ekonomi rakyat, "sebut T. Saifullah yang juga anggota DPRK Pidie.

Lebih lanjut, sebutnya, permasalahan bangkrut seratusan lebih pabrik penggilingan padi tersebut sempat diutarakan oleh Kabulog Sigli kepada sejumlah media cetak, serta juga disampaikan kepada pemerintah daerah untuk dicari solusinya. Namun persoalan tersebut tidak pernah tuntas. 

T  Saifullah mengakui jika bangkrutnya pabrik penggilingan padi tersebut tidak terlepas dari kurangnya modal usaha dari pemiliknya dalam usaha membeli hasil panen padi petani, disamping memodali petani saat menjelang penggarapan sawahnya tentu petani membutuhkan modal awal.

Diangkut ke Medan

Sementara itu dari berbagai sumber resmi dari tokoh petani di Kecamatan Pidie, Kecamatan Glumpang Baro, Kecamatan Mutiara, Kecamatan Simpang Tiga dan Krcamatan Mila menyebutkan jika setiap musim panen padi cukup banyak datang "Tengkulak" mrmbeli padi, atau harganya sedikit lebih tinggi dibeli oleh Bulog.

"Petani sudah pasti menjual kepada pengumpul yang datang langsung ke lokasi panen,  padahal kondisi gabah masih dalam status Gabah Panen Basah (GPB) atau belum masa Gabah Kering Giling (GKG)," papar Teungku Syamaun, Teungku Bustami dan Muhammad Husein.

Tokoh petani ini juga mengakui cukup banyak kilang padi di Kabupaten Pidie yang bangkrut akibat kurang modal usaha untuk mrmbeli padi petani. Selain itu, juga penyebab lain petani mencari harga sedikit lebih bagus dari yang dibeli oleh pengusaha kilang padi.

Disebutkan oleh tokoh petani tersebut, seharusnya pemerintah daerah peduli juga dengan pengusaha Kilang Padi di daetahnys,  karena mereka juga bayar pajak serta paling tidak menampung tenaga kerja. Pada sisi lain, pemilik ternak tidak mahal lagi membeli pakan ternak ayam serta itik.

Pengamatan andalas di sejumlah kecamatan yang areal persawahan sedang panen raya,  masih ada juga Kilang Padi mampu menampung hasil panen petani, seperti di Kilsng Padi Kecamatan Indrajaya  serta Simpang Tiga. (dhian)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

27°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 80%

Wind: 6.44 km/h

  • 20 Oct 2017 31°C 22°C
  • 21 Oct 2017 30°C 23°C

Banner 468 x 60 px