Log in

Pemerintah Aceh Fasilitasi Pertemuan Miftahul Jannah dengan Orangtuanya

Badan Penghubung Pemerintah Aceh memfasilitasi pertemuan atlet Indonesia asal Aceh dari cabang olahraga blind judo kelas 52 kg klasifikasi low vission, Miftahul Jannah, dengan orangtuanya di kantor tersebut, di Cikini, Jakarta, Jumat (12/10). Badan Penghubung Pemerintah Aceh memfasilitasi pertemuan atlet Indonesia asal Aceh dari cabang olahraga blind judo kelas 52 kg klasifikasi low vission, Miftahul Jannah, dengan orangtuanya di kantor tersebut, di Cikini, Jakarta, Jumat (12/10).

Jakarta – andalas Badan Penghubung Pemerintah Aceh memfasilitasi pertemuan atlet Indonesia asal Aceh dari cabang olahraga blind judo kelas 52 kg klasifikasi low vission, Miftahul Jannah, dengan orangtuanya di kantor tersebut, di Cikini, Jakarta, Jumat (12/10).

Kasubag Tata Usaha Badan Penghubung Pemerintah Aceh, Malayani, mengatakan, pihaknya turut memfasilitasi pertemuan antara Miftahul Jannah dengan orangtuanya di kantor tersebut. Atlet judo Indonesia asal Aceh itu mengunjungi kantor Badan Penghubung Pemerintah Aceh didampingi saudaranya untuk bertemu ayahnya, Salimin, dan ibunya, Darwiyah.

Menurut Malayani, Miftahul Jannah sudah lama ingin bertemu kedua orangtuanya, bahkan ingin kembali ke Aceh. Namun, aturan yang ketat dari kontingen Indonesia belum dapat mengizinkan Miftahul untuk kembali ke Aceh. Saat ini ia masih  berada di pemondokan atlet Asean Para Games 2018 di Jakarta.

“Kondisi kesehatannya baik-baik saja. Menurut Miftahul Jannah, ke depan jika diperkenankan ia akan tetap menekuni judo. Tetapi jika tidak memungkinkan akan beralih ke cabang olahraga lain yang pernah ditekuninya yaitu catur dan atletik,” kata Malayani dalam keterangannya, Jumat sore.

Di bidang catur anak kedua dari lima bersaudara tersebut pernah berprestasi meraih juara pertama catur O2SN PKLK DIKDA Provinsi Aceh tahun 2012, dan juara pertama Catur Split Blind Chess 2015. Sedangkan di cabang atletik, Miftahul pernah menjuarai lari 100 meter Paperpenas.

Ayah Miftahul, Salimin, yang juga guru SDLB di Susoh, Aceh Barat Daya, kata Malayani, sangat banggga atas apa yang diputuskan oleh putrinya itu dalam Asean Para Games 2018. Miftahul didiskualifikasi karena menolak melepaskah hijabnya pada ajang olahraga tersebut. Hal itu mendapatkan reaksi dari berbagai kalangan di Indonesia dan masyarakat Aceh.

Bahkan, Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, juga mengapresiasi terhadap keputusan MIftahul itu dan menyebutnya sebagai sikap kesatria sejati yang lahir dari generasi syariah di Aceh. (PSC)

23°C

Medan, Sumatera Utara

Showers

Humidity: 95%

Wind: 6.44 km/h

  • 11 Dec 2018 28°C 22°C
  • 12 Dec 2018 27°C 22°C

Banner 468 x 60 px