Log in

Pemerhati: Disbudpar Pidie Tidak Tanggap


Terkait Ribut-Ribut di Objek Wisata Mantak Tari

Sigli-andalas Pemerhati pembangunan dan praktisi hukum di Kabupaten Pidie menyesalkan pemerintah kabupaten setempat yang tidak tanggap terkait persoalan yang terjadi di objek wisata Pantai Mantak Tari, Kecamatan Simpang Tiga.

Hal itu menyusul terjadi aksi massa mengobrak-abrik dan membakar lapak-lapak tempat berjualan di objek wisata Mantak Tari, pada Ahad (8/9) lalu, lantaran diduga telah dijadikan tempat maksiat.

"Peristiwa anarkis yang dilakukan pendemo tersebut sungguh satu perbuatan yang melawan hukum dan sangat disayangkan," sebut praktisi hukum Muharamsyah SH kepada andalas, Senin (9/9) sore.

Menurutnya masalah ribut-ribut di objek wisata Mantak Tari, sudah terjadi sejak beberapa bulan silam. Sayangnya, lanjut Muharamsyah, Kepala Disparbudpora Pidie Apriadi tidak tanggap, padahal masalah tersebut tanggung jawab dinasnya.

Ia juga menyebutkan, masalah pengrusakan yang dilakukan massa tidak lepas dari masalah bisnis dan kepentingan lainnya. Padahal, jauh sebelumnya kaum ibu yang berjualan di tempat objek wisata tersebut sudah pernah mendatangi Kantor Disparbudpora minta agar objek wisata tersebut tidak ditutup.

Kisruh itu sendiri sudah mulai mencuat sejak Februari 2019. Hal yang dipersoalkan adalah masalah pengutipan uang parkir yang terlalu mahal dirasakan oleh pengunjung, di samping maraknya parkir liar.

Kasus ribut-ribut tersebut semakin membesar setelah pihak Muspika Simpang Tiga menghentikan pungutan parkir liar, sehingga merugikan pengunjung objek wisata tersebut.

Dari catatan media ini  selepas penertiban itu, berujung pada razia terhadap pengunjung yang dilakukan oleh kaum wanita. Peristiwa ini terjadi pada 20 Juli 2019.

Aksi pengadangan terhadap pengunjung objek wisata ini, dikait dengan bencana alam angin puting beliung dan hujan deras yang melanda Kecamatan Simpang Tiga, 14 Juli 2019. Bencana alam ini merusak sejumlah rumah penduduk di kecamatan ini.

Terkait dengan aksi memblokade objek wisata Mantak Tari yang berlangsung cukup lama, tidak pernah ditanggapi serius oleh pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pariwisata/Budaya dan Pemuda dan Olahraga Pidie, sebut Muharamsyah.

Menurutnya, jika kasus pengrusakan dan pembakaran tempat usaha masyarakat itu tidak segera diatasi oleh pemerintah daerah, maka dikhawatirkan bisa memicu terjadinya konflik horizontal.

Kasus pengrusakan dan pembakaran lapak-lapak tempat berjualan di objek wisata Mantak Tari, kini berbuntut panjang karena para pelaku akan berurusan dengan hukum setelah pemilik lapak melaporkan kasus itu ke pihak kepolisian. (DHIAN)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px