Log in

Pelajar Belgia Minta Diajari Tari Saman

Inilah siswa Belgia yang minta diajarin main tari saman saat Work Shop di Negara tersebut. Inilah siswa Belgia yang minta diajarin main tari saman saat Work Shop di Negara tersebut.

Gayo Lues,Aceh-andalas Pelajar di Belgia yang mengikuti work shop selama sepekan  ke depan, meminta kepada tim Penari Saman asal Kabupaten Gayo Lues yang sedang mengikuti Festival Europalia diajari memainkan tari saman, seperti yang dilakukan 15 orang penari saman saat tampil pada pembukaan Festival Europalia di salah satu gedung Negara Belgia.

Anak-anak dari benua Eropa itu terlihat sangat kagum inggin memainkan tari saman seperti yang dilakukan pemuda gayo di Negaranya. Dan rasa kagum itu bukan saja datang dari kalangan anak-anak saja, melainkan pria dewasa beserta pejabat negara setempat mengancungkan jempol sebanyak-banyaknya kepada tim penari saman.

Kepala Dinas Pariwisata Gayo Lues Syafrudin S Sos yang dikonfirmasi melalui pesan WA, Kamis (12/10) mengatakan, dirinya sempat kewalahan menjawab pertanyaan anak-anak yang mengikuti work shop tersebut, termasuk harus menjelaskan tata cara main tari saman dan sejarah singkat adanya tari saman di kaki gunung Leuser yang menjadi paru-paru dunia itu.

"Anak-anak Belgia ini minta diajarin main tari saman, jadi saya jawab saja boleh, dan semua orang yang mau belajar pasti bisa memainkanya, namun ada trik-trik sendiri supaya bisa memainkan tari saman," kata Syafrudin meirukan jawabanya kepada siswa Belgia saat menjadi pemateri.

Syafrudin menjelaskan kepada siswa itu, yang paling utama dalam memainkan tari saman adalah kekompakan, mengikuti gerakan yang diajari pelatih, serta harus bisa berbahasa Gayo dan Indonesia, sebab, dalam memainkan tari saman tidak ada menggunakan bahasa Ingris atau bahasa negara lainnya.

"Kita cuma menyampaikan tata caranya, dan saya yakin, siapapun yang ingin belajar tari saman pasti bisa, asalkan pelatihnya orang-orang yang bergelut di seni tari saman. Kalau menyangkut gerakan, saya rasa itupun tidak sulit, tinggal mengikuti intruksi pelatih saja," jelasnya.

Menariknya, tari saman Gayo Lues yang sudah menjadi warisan budaya tak benda setelah diakui UNESCO menjadi pusat perhatian negara-negara Eropa. Namun warga Eropa hanya melihat di TV maupun dalam berita, sedangkan yang menyaksikanya secara langsung hanya beberapa petinggi negara saja yang sudah pernah. (Nuar)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

26°C

Medan, Sumatera Utara

Partly Cloudy

Humidity: 87%

Wind: 11.27 km/h

  • 16 Dec 2017 29°C 23°C
  • 17 Dec 2017 28°C 22°C

Banner 468 x 60 px