Log in

Pedagang Pakaian di Eks PJKA Bireuen Mengadu ke Dewan


Terancam Digusur

Bireuen,Aceh-andalas Ratusan pedagang pakaian yang berjualan di lahan milik eks Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA) Kota Bireuen, dipaksakan pindah oleh pihak yang bukan dari unsur Pemerintahan Kabupaten Bireuen, menyusul direlokasinya para pedagang ikan dan sayuran ke Pasar Induk Rakyat Desa Geulanggang Gampong, Kecamatan Kota Juang, Bireuen. Bangunan yang terbuat dari kayu itu diminta untuk dikosongkan sampai batas waktu Selasa, 17 Juli 2018.

Padahal,  bangunan yang ditempati itu  diresmikan penggunaannya oleh Pemerintahan Bireuen sebelumnya atau masa Bupati Mustafa A Glanggang. Itu sebabnya, mereka pun mendatangi dan menyampaikan keluh-kesahnya kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Bireuen, Kamis (12/7). Pedagang itu diterima Ketua DPRK Bireuen,  Ridwan Muhammad, SE, M.Si, dan ditemani beberapa anggota DPRK Bireuen lainnya di ruang rapat Banmus.

 “Kami disuruh pindah ke tempat lain tanpa pemberitahuan sebelumnya dan kemana kami tidak tahu,” kata Fauzan kepada ketua DPRK Bireuen yang diamini temanya Muhammad.

Ummi Sifa Pedagang lainnya meminta tempat yang layak kalau pun dipindahkan ke tempat lain. ”Kami bukannya tak mau pindah tapi beri kami tempat yang layak,” katanya. Dia juga berharap akses jalan ke tempat mereka sekarang jangan ditutup. Maklum, selama ini pasar pagi sudah di pindahkan ke Pasar Induk Rakyat, guna pelebaran jalan.

Makanya, jalan menuju ke tempat pedagang pakian itu pun ditutup.”Kami juga meminta jalan itu dibuka mengingat pembeli tidak bisa masuk ke tempat kami,” harap Ummi Sifa. Mereka tidak masuk dalam daftar pindah ke pasar induk, karena lokasi tempat mereka berjualan di luar pasar pagi.

Namun tempat itu disebut-sebut sudah disewakan pengusaha Bireuen asal Pidie yaitu, H. Jamal pada PT PJKA. Dan kabarnya akan dibangun toko. Tentang keluh-kesah yang disampaikan itu, Ketua DPRK Bireuen Ridwan Muhammad menyebutkan, tidak ada keputusan langsung. ”Kami tidak memberikan keputusan langsung.  Ini akan kami kembalikan ke Tupoksi Pemerintahan Bireuen,” ungkapnya.

Dia meminta kepada para pedagang itu untuk mencatat nama dan jumlah agar bisa disampaikan kepada Pemerintah Bireuen. Pantauan media ini, pasca dipindahkan pedagang sayuran dan buah ke Pasar Induk Rakyat bangunannya sudah dibongkar untuk pelebaran jalan dua jalur. (MOA)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

25°C

Medan, Sumatera Utara

Mostly Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 6.44 km/h

  • 21 Jul 2018 30°C 23°C
  • 22 Jul 2018 31°C 22°C

Banner 468 x 60 px