Log in

Musim Hujan, Penimbunan Lokasi MTQN Aceh di Pidie Terancam

Salah satu lokasi yang dipersiapan untuk arena MTQN tingkat Provinsi Aceh ke-34 di Kota Sigli, Kabupaten Pidie, kini dalam proses penimbunan. Salah satu lokasi yang dipersiapan untuk arena MTQN tingkat Provinsi Aceh ke-34 di Kota Sigli, Kabupaten Pidie, kini dalam proses penimbunan.

Sigli,Aceh - andalas Salah satu lokasi yang dipersiapan untuk arena Musabaqah Tilawatil Qur'an Nasional (MTQN) tingkat Provinsi Aceh ke-34 di Kota Sigli, Kabupaten Pidie, Juli 2019 mendatang, masih terus diupayakan penimbunannya.

Sebelumnya, Wakil Bupati Pidie Fadhullah TM Daud ST kepada andalas mengatakan, ada dua lokasi yang harus ditimbun untuk kegiatan MTQ Provinsi Aceh, dalam hal ini Kabupaten Pidie dipercayakan sebagai tuan rumah.

Dua lokasi yang sedang ditimbun untuk kegiatan MTQ tersebut, masing masing di kawasan Desa Lampeudeue Baroh Tijue, dengan luas tanah yang ditimbun 6,7 hektare.

Sedangkan lokasi kedua, di samping Kantor Bupati Pidie, tepatnya di perempatan jalan Ring Road Kota Sigli, lokasinya sangat strategis dengan luas lahan 2,3 hektare.

Wabup Fadhlullah kepada andalas mengatakan, lokasi untuk mimbar utama adalah di lahan seluas 6,7 hektare, tepatnya di belakang Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tgk Chiek Ditiro  Sigli.

Di lokasi ini, nantinya akan dibangun sebuah bangunan (hall) yang di depan gedung tersebut dibangun anjungan mimbar utama MTQN ke-34. Pihak penyelenggara saat ini terus mempersiapkan berbagai sarana untuk menunjang suksesnya MTQN, termasuk sudah disiapkan Sekretariat Panitia MTQN dan Media Center.

Diragukan

Untuk ide penimbunan lokasi MTQN yang cukup luas sangat diapresiasi. Namun penimbunan itu diragukan bisa dikerjakan cepat akibat saat ini musim penghujan.

"Menimbun lokasi seluas itu serta kedalaman timbunam mencapai 1,7 meter bukan persoalan mudah, apalagi di musim penghujan sulit menarik tanah timbunan dari bukit di Gintong," sebut pengamat pembangunan Ir Amril Umar dan Fadli SE kepada andalas, Kamis (11/10) sore.

Ditambahkannya, dua lokasi yang ditimbun dengan tanah bukit juga mengganggu kelancaran arus lalu lintas umum. Karena sepanjang jalan yang dilalui truk pengangkut tanah akan menjadi becek dan licin.

Keraguan tertimbun paling cepat akhir Januari 2019, juga dicemaskan kalangan pegawai teknik di PU Perkim dan PU Perumahan Rakyat. Pasalnya, di musim penghujan menyulitkan truk pengangkut tanah serta alat berat lainnya. “Kondisi ini, juga akan menjadi keluhan pengguna sarana perhubungan umum,” papar belasan pegawai di dua dinas tersebut. (dhian)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 98%

Wind: 8.05 km/h

  • 20 Oct 2018 30°C 21°C
  • 21 Oct 2018 28°C 22°C

Banner 468 x 60 px