Log in

Masyarakat Minta Operasional Medco Dihentikan Sementara

Masyarakat saat mendatangi Gedung DPRK Aceh Timur untuk memprotes bau busuk dari lapangan migas PT Medco E & P Malaka di Blok A, Senin (20/5). Masyarakat saat mendatangi Gedung DPRK Aceh Timur untuk memprotes bau busuk dari lapangan migas PT Medco E & P Malaka di Blok A, Senin (20/5).

Terkait Bau Busuk dari Lapangan Migas Blok A

Aceh Timur-andalas Ratusan warga dari tiga kecamatan meliputi Indera Makmur, Banda Alam, dan Nurussalam, Senin (20/5) mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Timur untuk menyampaikan pengaduan dan protes terkait bau busuk yang berasal dari lapangan migas PT Medco E & P Malaka di Blok A yang selama ini sangat mengganggu dan meresahkan mereka.

Merespon kedatangan ratusan warga itu, DPRK Aceh Timur kemudian memfasilitasi pertemuan di Aula DPRK setempat dengan mengundang pihak manajemen PT Medco E & P Malaka serta pihak-pihak terkait lainnya untuk membahas tuntutan warga.

Dalam pertemuan yang dipimpin Wakil Ketua DPRK Aceh Timur Samsul Akbar didampingi Ketua Komisi A Irwanda itu, turut hadir Kapolres Aceh Timur, Dandim Aceh Timur, serta dua asisten dari Pemerintahan Kabupaten Aceh Timur.

Kepada wartawan di luar Gedung DPRK Aceh Timur, warga melalui H Yan Safriadi mengatakan masyarakat meminta agar Medco menghentikan sementara kegiatannya di Blok A sampai ada kesepakatan dengan hal-hal yang dituntut masyarakat.

"Masyarakat meminta Medco menghentikan beroperasi untuk sementara waktu,” ujar Yan Safriadi. Dia menegaskan jika setelah tim dari IPB turun namun tetap tidak ada titik temu dengan tuntutan masyarakat, maka mereka akan mengerahkan massa yang lebih besar lagi untuk unjuk rasa ke PT Medco.

Dalam rapat tersebut diungkapkan, warga sudah lama resah dengan bau busuk yang berasal dari lapangan migas Medco di Blok A. Hanya saja pihak DPPK mengaku baru hari itu mendapat laporan resmi dari warga.

"Bau ini harus ada solusi mengatasinya. Kami akan turun ke lokasi bersama tim untuk mengetahui kebenarannya. Apalagi telah ada didatangkan ahli dari IPB untuk mengecekn udara di seputaran wilayah operasional PT Medco tersebut," kata Ketua Komisi A DPRK Aceh Timur Irwanda.

Samsul Akbar dalam kesempatan itu mengimbau kepada warga untuk tetap tenang dan bersabar sampai empat hari ke depan menunggu hasil pengecekan yang dilakukan tim ahli dari IPB terhadap udara di sekitar wilayah Blok A. Sementara itu pihak Medco E&P Malaka dalam kesempatan itu memaparkan kondisi kadar udara di sekitar wilayah operasional mereka di Blok A.

Menurut pihak Medco, berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan pihak Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh serta Badan Pengawasan Migas Aceh (BPMA) menyimpulkan bahwa kegiatan operasional Blok A masih dalam batas aman dan memenuhi baku mutu udara emisi yang dipersyaratkan.

Sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama yang dipercaya pemerintah untuk mengelola lapangan migas Blok A di bawah pengawasan BPMA, pihak Medco E&P Malaka mengaku membutuhkan dukungan semua pihak untuk dapat terus menjalankan operasional aset milik negara yang juga merupakan obyek vital nasional agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi penerimaan daerah.

“Kami juga selalu memenuhi peraturan pemerintah, menjungjung kearifan lokal dan berupaya meningkatkan taraf hidup masyarakat lewat berbagai program pemberdayaan masyarakat saat beroperasi,” kata Susanto, perwakil Medco dalam pertemuan itu. (MAD)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px