Log in

Masih Banyak Petani di Pidie Gunakan Pompanisasi


Sigli,Aceh - andalas Petani menuntut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie agar membangun kembali  lantai pintu air Bendung Tiro yang rusak empat tahun silam. Sehingga, air dari bendung tersebut mengalir ke sungai bukan ke saluran pembawa. Sementara di Kecamatan Muara Tiga, masih banyak petani menggunakan sistem pompanisasi untuk mengairi sawah.

Petani di Kecamatan Delima, Mila, Gronggrong, dan Kecamatan Pidie, meminta perhatian serius dari Bupati Abusyiek untuk membersihkan saluran irigasi yang sudah tertimbun sindemen lumpur setinggi lutut orang dewasa

Keluhan senada menyangkut kesulitan irigasi disampaikan petani di Kecamatan Muara Tiga dan Kecamatan Batee kepada andalas, Jumat (7/9) siang secara terpisah di dua kecamatan tersebut.

Dua hari lalu, para tokoh petani di Kecamatan Mutiara Timur, Kecamatan Kembang Tanjong, Kecamatan Simpang Tiga Kecamatan Glumpang Baro, dan Kecamatan Peukan Baro kepada media ini menyampaikan berbagai keluhan menyangkut masalah irigasi dan pupuk. Sehingga, menjadi kendala saat musim tanam.

"Kami di sini setiap musim tanam padi selalu kesulitan air. Tapi, kondisi ini belum menjadi perhatian serius dari pemerintah, hanya selalu bisa mengeluarkan jadwal musim tanam," sebut Safruddin, Mustafa dan Abullah, petani Kecamatan Kembang Tanjong.

Sedangkan petani di Blang Raya Laweueng, Kecamatan Muara Tiga menuturkan, persoalan irigasi  bagi petani di Laweueng hingga sekarang belum teratasi. Paling sedikit sekitar 4.000 hektare lebih sawah di kawasan Blang Raya dan beberapa desa lainnya di Kecamatan Muara Tiga, belum ada irigasi teknis ataupun irigasi permanen.

Menjawab andalas, petani di Laweueng Muara Tiga, mengungkapkan, setiap musim tanam selalu menggunakan pompa air untuk mengairi areal persawagannya, sedangkan air yang dimanfaatkan air yang mengalir dari saluran air peninggalan tempo doeloe.

“Persoalan ini sudah sering kami sampaikan kepada pihak Dinas Pertanian Pidie, juga kepada Pak Bupati, tapi hanya dijanjikan akan diusahakan pembangunannya," tutur Jamaluddin, Hanafiah dan A.Wahab, petani.

Kabupaten Pidie, sebagai daerah agraris dengan luas sawah produktif 29.589 hektare, tadah hujan berkisar 8.500 hektar, sawah yang sudah menjadi hutan ilalang sekitar 1.150 hektare.

Setiap musim tanam serentak, sebagaimanan dituturkan tokoh petani selalu terkendala dengan persoalan air, benih padi unggul, serta pupuk. Sejauh itu, keluhan petani tetap menjadi keluhan panjang.  (dhian)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

25°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 90%

Wind: 6.44 km/h

  • 25 Sep 2018 27°C 22°C
  • 26 Sep 2018 30°C 22°C

Banner 468 x 60 px