Log in

Mantan Kadis Kebersihan Pidie: Mengatasi Sampah Butuh Kesadaran Semua Pihak

Terlihat tumpukan sampah di pinggiran sungai berdekatan dengan taman Kota Sigli. Terlihat tumpukan sampah di pinggiran sungai berdekatan dengan taman Kota Sigli.

Sigli-andalas Mantan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Pidie Drs Samsul Azhar mengatakan, mengatasi persoalan sampah membutuhkan kesadaran semua pihak. Terlebih, produksi sampah semakin meningkat tajam di daerahnya.

Saat berbincang-bincang dengan andalas Rabu (12/6) sore, Samsul Azhar mengaku saat dipercaya Bupati menjabat Kepala Dinas Kebersihan Pidie, pihaknya terus melakukan sosialisasi menyangkut sampah kepada masyarakat hingga ke sekolah-sekotah tingkat lanjutan menengah pertama dan atas.

Menurut Azhar saat itu secara pelan-pelan ada perubahan besar tentang kesadaran masyarakat untuk tidak lagi membuang sampah sembarangan seperti  ke selokan, got, pinggir jalan, serta ke sungai.

Selain itu, katanya, seluruh pekerja pembersih sampah bekerja keras meski honornya jauh dari UMR atau sebesar Rp1.300.000 per orang per bulan. Terkadang, pekerja pengangkut dan penyapu jalan harus kerja lembur.

Samsul Azhar yang diketahui merupakan sosok pencetus ide membangun Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Kabupaten Pidie berlokasi di Hutan Cot Padang Lila, Kecamatan Padang Tijie, mengatakan, sekarang TPA itu sangat bermanfaat dan membantu mengatasi masalah sampah di Pidie.

Bangunan indah di lokasi TPA itu merupakan bantuan NGO, sedangkan tanahnya dibebaskan dengan ganti rugi oleh pemerintah daerah. "Ini berlangsung pada pemerintahan mantan Bupati Pudie, Sarjani Abdullah," ungkapnya.

Samsul Azhar yang saat ini menjabat Staf Ahli Bupati Pidie Roni Ahmad (Abusyiek) mengakui, jika mau mengatasi sampah tidak dibuang secara sembarang butuh kerja keras dan terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat, termasuk pedagang.

Tumpukan Sampah

Disinggung soal tumpukan sampah di pinggir jalan urama atau Jalan Iskandar Muda,  Kota Sigli, sehingga menuai kritik dan kecaman masyarakat, Samsul Azhar menyebutkan itu bukan tumpukan sampah lama, tapi berbentuk Tiga R (Reuse, Reduce, Resicle).

Ini, sebut Samsul Azhar, pihak pekerja sampah sebelum mengangkut sampah tersebut dengan truk sampah ke TPA Cot Padang Lila Padang Tijie, terlebih dulu memilah sampah yang masih bernilai ekonomis untuk tambahan uang saku, seperti kardus, plastik air mineral, atau kantongan plastik, dan lainnya.

Begitupun, kata Samsul Azhar, lokasi pemilahan sampah tersebut tidak cocok dan merusak lingkungan. "Mudah mudahan nanti Pemkab Pidie mencari lokasi baru seluas 70 x 70 meter persegi," katanya.

Samsul Azhar juga menyebutkan, dua hari lalu dalam rapat yang dipimpin Wabup Pidie Fadhlullah, ia juga sudah menyampaikan pesan Bupati soal koordinasi menyangkut wewenang tugas kebersihan dan penataan lingkungan sampai pinggiran sungai, sedimen lumpur got, serta beram jalan dalam Kota Sigli.

Sebelumnya, tumpukan sampah berskala besar di pinggir jalan dalam pusat Kota Sigli mendapat sorotan keras dari warga masyarakat, termasuk pengamat pembangunan dan sosial di Pidie.

Kritikan tersebut ditanggapi serius oleh Kepala Dinas Lungkungan Hidup (DLH) Pidie Drs Haji Muslim yang menyebutkan, tumpukan sampah itu hanya sementara, karena pihaknya sedang mencari lokasi baru yang layak dan pantas untuk dijadikan tempat pembuangan sementara. (DHIAN)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px