Log in

Magfirah Berharap Tempat Penahanan yang Lebih Baik


Kasus Bayi Kembar Tiga Ikut Mendekam di Rutan

Bireuen,Aceh - andalas Tersandung kasus penipuan, Magfirah terpaksa membawa anak bayi kembar tiga yang masih berusia tiga bulan ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Bireuen. Kasus ini kini menjadi sorotan publik karena anak tak berdosa terpaksa ikut mendekam di Rutan bersama sang ibu.

Magfirah (27) warga Desa Beringin, Peureulak Barat Aceh Timur mendekam dalam Rutan karena tersangkut kasus calo CPNS 2015. Ibu muda ini dijebloskan ke sel tahanan beberapa hari setelah melahirkan bayi kembar tiga.

Magfirah ketika berbicara kepada wartawan yang membezuknya di Rutan mengharapkan bisa mendapat tempat penahanan yang lebih baik, seperti ketika ditahan selama 56 hari di rumah aman agar dapat merawat bayinya dengan baik.

Magfirah merasa bersyukur, sudah ada orang-orang yang datang menjenguknya di penjara. “Meskipun saya bukan warga Bireuen, tetapi sejak masalah anak saya diberitakan, dukungan moral dan bantuan bagi bayi saya mulai mengalir,” ungkapnya.

Disebutkan, sejak perkara dilimpahkan ke jaksa dan kini sudah menjalani sidang perkara penipuan dia harus mengurus bayi kembarnya dalam Rutan. Sebab sejak penahanan dipindahkan dari rumah aman Polres Bireuen, di kawasan Desa Geudong-geudong, Kecamatan Kota Juang, dirinya sudah dipenjara.

“Sejak saya di Rutan ini sudah beberapa kali dikunjungi dr Nanda . Alhamdulillah anak-anak saya masih terlihat sehat, walaupun sedikit menurun kesehatannya,” sebut Magfirah.

Menurut informasi penahanan yang dilakukan JPU Kejari Bireuen terhadap Magfirah berujung terbawanya bayi kembar ke Rutan Bireuen. Disebut-sebut, jaksa terlalu berlebihan dan tidak berperikemanusiaan terkait kondisi Magfirah yang tengah mengasuh bayi kembar tiga.

“Kenapa tiga bayi usia 3 bulan 7 hari itu harus ikut meringkuk dalam sel Rutan Cabang Bireuen. Kenapa wanita lemah yang sedang mengasuh tiga anak kembar, dipenjara dan ditahan di Rutan. Dan itu  tidak manusiawi karena mengabaikan kondisi bayi-bayi mungil tersebut, yang tidak layak berada dipenjara,” kata seorang warga Bireuen.

Sementara itu, Kajari Bireuen, Mochamad Jefri SH MH saat menggelar konferensi pers Senin pagi mengaku, pihaknya tidak mengetahui tahanan wanita itu memiliki bayi kembar. (HERA)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px