Log in

Kapolres Aceh Tenggara: Penyerangan Komisioner Panwaslih Bermotif Dendam

Komisioner Panwaslih Kabupaten Aceh Tenggara Surya Diansyah mengalami lukaluka setelah disereng seorang pria seusai salat zuhur. Komisioner Panwaslih Kabupaten Aceh Tenggara Surya Diansyah mengalami lukaluka setelah disereng seorang pria seusai salat zuhur.

Aceh Tenggara-andalas Kasus penyerangan Komisioner Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kabupaten Aceh Tenggara (Agara) Surya Diansyah yang dilakukan oleh  AF bermotif dendam pribadi.

“Kasus penyerangan Komisioner Panwasli Agara murni sentimen pribadi, karena pada sebelumya korban juga pernah diancam oleh pelaku AF,” kata Kapolres Aceh Tenggara Gugun Hardi Gunawan, kepada awak media melalui telepon selulernya, Senin (12/3).

Menurutnya, permasalahn ini dipicu ketersingungan pribadi antara pelaku dan korban. Untuk penanganan kasus ini pelaku sudah diamankan pihak kepolisian setempat untuk pengembangan lebih lanjut.

“Pelaku AF dan korban  juga merupakan warga satu desa, yakni Desa Amaliah, Bukit Tusam. Jadi tidak benar kalau mereka tidak saling kenal. Atau meluruskan informasi yang mengatakan korban  Soyandiansyah diserang orang tidak kenal,” katanya.

Terkait  dugaan gangguan jiwa pelaku, kata Kapolres, akan dilakukan pemeriksaan dan menunggu hasil dari saksi ahli.  

“Penyampaian informasi ini untuk membuat masyarakat tenang, tidak termakan isu yang menyesatkan dan meresahkan masyarakat,” katanya lagi.

Sebelumnya, Komisioner Panwaslih Kabupaten Aceh Tenggara Surya Diansyah diserang orang tidak dikenal (OTK) saat dirinya baru keluar dari masjid usai Salat Zuhur, tak jauh dari kediamannya di Desa Amaliah, Kecamatan Bukit Tusam, Minggu (11/3).

Awalnya pada sekitar pukul 12.00 WIB,  korban bersama putranya yang masih berumur sembilan tahun pergi ke masjid di dekat kediamannya untuk melaksanakan Salat Zuhur berjemaah.

Usai Salat Zuhur berjemaah dirinya tidak langsung pulang namun melanjutkan mengerjakan salat sunnah dan saat itu situasi di masjid mulai sunyi karena jemaah lainnya sudah pada berpulangan.

Setelah itu korban bersama putranya keluar dari masjid. Namun setiba di pintu gerbang masjid, tiba-tiba korban diserang oleh seorang pria yang tak dikenal menggunakan batu dan menghujani anggota Panwaslih tersebut dengan pukulan secara brutal.

Melihat kejadian ini, putra korban yang ketakutan spontan berteriak minta tolong sehingga membuat warga sekitar yang mendengarnya berdatangan menolong Suryadiansyah dan mengamankan pelaku penganiayaan tersebut.  Akibat serangan di siang bolong itu, korban yang juga dosen Universitas Gunung Leuser (UGL) Kutacane mengalami luka memar dan sobek di bagian wajahnya.  (AGM)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

23°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 6.44 km/h

  • 24 Sep 2018 30°C 23°C
  • 25 Sep 2018 30°C 22°C

Banner 468 x 60 px