Log in

Jangan Saling Memukul Harusnya Merangkul

Bupati Pidie, Roni Ahmad (Abusyiek) bersama Muspida dan pengurus Parpol melepaskan merpati disela-sela Deklarasi Kampanye Pemilu Damai.Andalas/dhian anna asmara Bupati Pidie, Roni Ahmad (Abusyiek) bersama Muspida dan pengurus Parpol melepaskan merpati disela-sela Deklarasi Kampanye Pemilu Damai.Andalas/dhian anna asmara

Sambut Pemilu Damai Puluhan Merpati Diterbangkan

Sigli-andalas Bupati Pidie, Roni Ahmad (Abusyiek) memperingatkan Komisi Indenpenden Pemilihan (KIP) dan pelaksana pemilihan umum lainnya untuk bertindak jujur, tidak bermain, serta tak berlaku curang dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres)  2019 mendatang.

"Saya ini mantan pemain dan saya tahu jika nanti anda ikut bermain di Pileg dan Pilpres mendatang anda semua harus berlaku jujur. Jika tidak, anda semua akan tewas," sebut Bupati Abusyiek dengan suara keras dan lantang saat menyampaikan pidato sambutannya di acara Deklarasi Kampanye Pemilu Damai, Sabtu (22/9) pagi kemarin di Alun-alun Kota Sigli.

Dalam sambutan panjang lebar di hadapan seluruh anggota Muspida Pidie, pengurus dari 18 Partai Politik (Parpol), ratusan calon legislatif, tokoh masyarakat, pemuka agama, dan sejumlah kepala dinas, Bupati Abusyiek menyetir peristiwa Pilkada di Pidie, 18 bulan silam.

Berdasarkan itulah, ia tegaskan kepada saudara-saudara Ketua KIP Pidie dan angota serta Panwaslu maupun Panwaslih untuk bersikap jujur, tidak bermain dalam Pemilu 2019 mendatang. "Saya ini, pemain kawakan sebelum orang lain bermain diatas diri saya di Pilkada lalu," sebut Abusyiek dengan suara lantang.

Lebih lanjut, Abusyiek mengharapjan, bahwa apa yang dilaksanakan dan diucapkan hari ini oleh Ketua KIP Pidie untuk melahirkan Deklarasi Pemilu Damai, tidak hanya sekedar "isapan jempol" dan pembenaran diri, tapi terpenting dilaksanakan secara benar dan bertanggung jawab.

Batang Terendam
Tepuk tangan cukup riuh sekitar 850 tamu undangan khusus, Bupati Abusyiek meminta seluruh anggota KIP untuk mencontoh Pilkada Pidie Jaya, dimana pesta demokrasi di sana  berjalan aman dan sukses belum lama ini.

"Tidak ada teror, pemukulan, itimidasi, ancaman pembunuhan, pengrusakan, serta penembakan Pos timses. ini, patut diambil contoh," urai Abusyiek.

Dalam pidatonya, Bupati Abusyiek masih larut untuk membangkitkan "batang terendam" , sehingga pidatonya lebih terfokus mengingatkan KIP dan jajarannya, agar tidak mengulang ketidak jujuran dimasa lalu.

Damai tidak damai Pileg dan Pilpres ke depan bukan pada masyarakat pemilih, tapi pada pelaksananya, dimana KIP dan Panwaslu harus menjaga netralitasnya bukan harus terikat budi, ataupun segempok uang."Saya, tidak mau mendengar KIP dan Panwas turut bermain. Ini, sangat berbahaya bisa tewas semuanya," sebut Abusyiek berapi api.

Polri dan TNI Netral
Kapolres Pidie, AKBP Andi Nugraha Setiawan Siregar SIK dalam sambutannya mengatakan, Polri dan TNI di Pidie, secara khusus tetap bertindak netral tidak mendukung pihak manapun. "Kami akan berusaha keras memberikan mengamankan Pileg dan Pilres."
Andi Nugraha Setiawan Siregar, juga berharap kepada seluruh calon anggota DPRK Pidie, juga tim sukses untuk tidak saling menfitnah menjelekan satu sama lain, serta menyebarkab berita hoax yang dapat memicu konflik keamanan.

Kepada seluruh pengurus partai politik nasional maupun lokal, Kapolres berharap untuk turut membantu menciptakan kondisi keamanan yang kondusif. Karena, suksesnya Pemilu ke depan sangat tergantung saling menjaga keamanan dengan tidak menciptakan hal hal yang menjurus pada SARA, serta menebar berita Hoax.

Orang pertama dijajaran Polres Pidie tersebut mengatakan, jika Deklarasi Pemilu Damai tersebut, seharusnya dilaksanakan secara aerentak tanggal 23 September, tapi di Kabupaten Pidie dipercepat satu hari. Dan, sudah kesepakatan KIP dan Muspida Pidie, kata Andi Nugraha Setiawan Siregar.

Sebelumnya, Ketua KIP Pidie, Muhammad Ali dalam pidato menyatakan kegembiraan luar biasa karena Bupati Pidie, Abusyiek hadir lengkap dengan seluruh Muspida, pengurus Partai Politik, calon anggota DPRK Pidie kedepan, juga tokoh agama, tokoh masyarakat, serta lainnya.

Dilapornya, deklarasi kampanye damai dibuat sebagai salah satu bentuk komitmen bersama menjelang pelaksanaan kampanye yang akan dimulai serentak, 23 September 2018, serta menjelang Pemilu Legislatif dan pemilihan presiden dan wakil presiden, 17 April 2019.

Melalui kegiatan ini, lanjutnya KIP mengajak seluruh peserta Pemilu, pemerintah, stakeholder dan seluruh lapisan masyarakat apapun posisi serta profesinya untuk sama sama menjaga perdamaian.

Disebutnya, pesta demokrasi lima tahunan itu sebagai momentum untuk memperkuat kembali kemitraan kita guna mengujudkan Pemilu aman dan damai karena kedamaian bersama adalah bernilai tinggi. " Tidak ada lagi diantara kita saling memukul, tapi saling merangkul, serta tidak ada lagi sesama kita saling membenci, tapi hendaknya kita saling menghormati," sebut Ketua KIP Pidie. (dhian)

23°C

Medan, Sumatera Utara

Scattered Thunderstorms

Humidity: 97%

Wind: 4.83 km/h

  • 11 Dec 2018 28°C 22°C
  • 12 Dec 2018 27°C 22°C

Banner 468 x 60 px