Log in

Hujan Tujuh Jam, Kota Sigli Banjir

Kondisi jalan provinsi di Tangse, Kabupaten Pidie akibat digerus banjir. andalas/dhian anna asmars Kondisi jalan provinsi di Tangse, Kabupaten Pidie akibat digerus banjir. andalas/dhian anna asmars

Sigli,Aceh - andalas Dampak pembangunan saluran pembuang (sanitasi air) yang asal jadi membuat sejumlah badan jalan nasional dan kabupaten di Kota Sigli tergenang banjir. Sementara, banjir terparah kembali melanda Kecamatan Tangse.

Jalan provinsi (nasional) yang terendam banjir akibat curah hujan merupakan jalan utama menuju Pendopo I dan Pendopo II Bupati dan Wakil Bupati Pidie. Banjir genangan hujan setinggi 40 hingga 50 centimeter sangat merepotkan pengguna jasa perhubungan,  Kamis (6/12) malam.

Banjir genangan hujan paling parah dirasakan warga Desa Blok Bengkel Kota Sigli. Di kawasan desa ini, air setinggi lutut orang dewasa menggenangi rumah penduduk. Kondisi ini, akibat curah hujan yang tak mampu ditampung saluran air di jalan provinsi dan kabupaten dalam Kota Sigli.

Sedangkan di kawasan Desa Blang Paseh, genangan hujan terlihat di jalan provinsi Kota Sigli ke Kembang Tanjong, atau tepatnya di sisi kiri jalan Madjid Istiqamah desa setempat. Selanjutnya, genangan hujan juga merendam sebagian kecil rumah penduduk di  Desa Keramat Luar Kota Sigli.

Genangan banjir hujan di Kota Sigli, hanya berlangsung selama 6 jam penuh, atau sejak hujan mulai  turun mulai pukul 15.20 WIB, Kamis dan reda Jumat (7/12) dinihari.

Hingga berita ini dikirim ke redaksi, genangan banjir di Jalan Provinsi Sigli  ke Kembang Tanjong, sebagian belum surut terutama di badan jalan di dekat Masjid Istiqamah Desa Blang Paseh Kota Sigli.

Seberangi Sungai

Sementara itu, dampak hujan yang turun selama 7 jam itu, membuat sejumlah sungai di Kecamatan Tangse meluap. Luapan sungai tersebut membuat pemukiman penduduk dan jalan kabupaten dan desa terendam.

Di Kecamatan Tangse, sebanyak empat sungai kerap terjadi luapan banjir jika hujan turun lebat adalah sungai (krueng) Meuriam, Krueng Pucok, Krueng Balee, dan Krueng Lhok Keutapang.

Sedangkan sungai lainnya, seperti di Desa Layan, Peunalom 1 dan 2,  Pulo Masjid dan Pulo Kawa, merupakan aliran dari empat sungai yang dikenal rawan banjir. Sungai-sungai tersebut, di samping sudah sangat dangkal, juga dipenuhi berbagai rerimbunan pohon di dalam sungai, ditambah batu gunung kali. Sehingga, mudah meluap.

Luapan sungai di Krueng Pucok dan Krung Lhok Keutapang sempat memutuskan jalan provinsi dan kabupaten belakangan ini. Kendati, pihak provinsi sudah melakukan penanganan darurat untuk dapat dilintasi.

Kondisi luapan sungai di Tangse ini, sering menghancurkan sarana perhubungan, seperti jalan provinsi, serta jalan jalan kabupaten di sejumlah desa, termasuk jalan ke Desa Blang Pandak. Selain itu, banjir sering menelan korban jiwa. (dhian)

23°C

Medan, Sumatera Utara

Thunderstorms

Humidity: 95%

Wind: 6.44 km/h

  • 19 Dec 2018 29°C 22°C
  • 20 Dec 2018 30°C 22°C

Banner 468 x 60 px