Log in

Hujan Badai Landa Aceh Utara dan Bireuen

Seorang warga memperhatikan sebatang pohon tumbang menimpa satu dari tiga unit rumah di dua gampong Kecamatan Jeumpa, Bireuen, Aceh, Rabu (10/7) petang. Seorang warga memperhatikan sebatang pohon tumbang menimpa satu dari tiga unit rumah di dua gampong Kecamatan Jeumpa, Bireuen, Aceh, Rabu (10/7) petang.

Belasan Rumah dan Warung Rusak

Lhoksukon-andalas Hujan disertai badai melanda Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Bireuen, Rabu (10/7) petang. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa itu. Namun belasan rumah dan sejumlah warung milik warga rusak akibat hantaman angin kencang tersebut.

Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menyebut 12 rumah warga dan tempat usaha milik warga rusak parah setelah angin kencang menerjang dua desa di Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, sekitar pukul 17.30 WIB.

"Dua gampong (desa), yakni Mane Tunong dan Pante Gurah. Saat ini petugas di lapangan dan berbagai unsur terkait pemerintah sedang melakukan upaya pembersihan," ucap Kepala Pelaksana BPBA Teuku Ahmad Dadek di Banda Aceh, Kamis (11/7).

Ia melanjutkan penanganan dampak bencana itu dilakukan tim gabungan dengan menggunakan alat pemotong kayu dan peralatan lainnya. Di antara rumah yang rusak itu, lima unit mengalami kerusakan parah di bagian dapur karena tertimpa pohon.

Selain itu, lima kios dan satu warung kopi dengan atap rumbia tertimpa pohon di antaranya pohon pinang, sedangkan satu bengkel kendaraan bermotor berkonstruksi atap kayu mengalami rusak berat.

Nama-nama warga yang tinggal di lima rumah itu dan telah memiliki keluarga, masing-masing Zainal Anwar (56), M Jamil Johan (70), Munir, Izwar Rajuddin, dan Jefri. Sebanyak lima kios di antaranya tiga unit milik M Diah Syakubat (46), Amran (17), Wardi (29), dan warung kopi milik H Syamsuddin.

"Mereka ini umumnya telah berkeluarga dan memiliki tanggungan, seperti pemilik rumah total ada 20 orang harus ditanggung. Tidak ada korban jiwa maupun sampai mengungsi akibat peristiwa ini," kata Dadek.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan saat dikonfirmasi Kamis (11/7) melalui Kapolsek Muara Batu Iptu Tarmizi mengatakan, salah satu rumah berkonstruksi kayu milik seorang warga bernama Rosmiati di Gampong Mane Tunong, rata dengan tanah akibat hantaman angin  kencang itu.

Saat kejadian pemilik rumah berada di dalam karena kondisi hujan deras. Melihat rumahnya mulai ambruk, pemilik rumah langsung keluar menyelamatkan diri. "Saat ini Rosmiati dan keluarganya masih bertahan di rumah karena masih ada kamar yang bisa ditempati," ujar Tarmizi.

Rumah warga lainnya yang berada di dekat Pasar Inpres Sawang juga rusak tertimpa pohon tumbang. Atap rumah, kuda-kuda atas rusak parah dan kamarnya tidak bisa lagi ditempati. Selain itu, ada juga ruko serta dua kedai di Jalan Sawang yang rusak parah, sebutnya. Dinas Sosial PP/PA Kabupaten Aceh Utara Kamis siang telah turun ke lokasi menyerahkan bantuan masa panik untuk para korban.

Empat Rumah Rusak

Sementara itu di Kabupaten Bireuen, sebanyak empat rumah warga termasuk satu warung mengalami kerusakan akibat hantaman hujan diserta badai yang melanda dua gampong (desa) di Kecamatan Jeumpa, pada Rabu (10/7) pukul 16.40 WIB.

"Hujan badai di Bireuen kemarin berlangsung selama hampir dua jam, dari pukul 16.40 WIB hingga 18.30 WIB. Ada tiga rumah, dan satu kios rusak," kata Kepala Pelaksana BPBA Teuku Ahmad Dadek.

Ia mengatakan ketiga rumah warga dan satu kios ini terletak di dua gampong, yakni Teupok Tunong dan Teupok Baroh dengan mayoritas kondisi rumah mengalami kerusakan sedang akibat tertimpa pohon tumbang.

Ketiga rumah itu milik Badriah Hasan (60) yang memiliki tanggungan lima orang, dan satu unit rumah dalam keadaan kosong milik M Nahar Alamsyah (60) dengan tanggungan tiga orang dengan kedua rumah di antaranya ini terletak di Gampong Teupok Tunong.

Sisanya satu unit rumah lagi atas nama Asmi Ishak (65) memiliki tanggungan empat orang, sedangkan satu kios dengan nama pemilik Ramli (40) memiliki tanggungan tiga orang yang kedua bangunan ini berada di Gampong Teupok Tunong.

"Untuk tiga rumah, mengalami rusak sedang. Sedangkan satu unit kios mengalami rusak berat, seperti etalase pecah akibat jatuh ke tanah bersama barang-barang jualan," katanya. Menjelang Magrib, keadaan berangsur pulih. "Tapi ada empat keluarga menjadi korban meski mereka ini tidak sampai mengungsi," kata Dadek.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Aceh telah memperkirakan, hujan disertai angin kencang bakal terus melanda hampir seluruh wilayah Aceh hingga beberapa hari ke depan.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Aceh, Zakaria Ahmad mengatakan rata-rata kecepatan angin berkisar antara 10 hingga 30 kilometer per jam. "Kecepatan angin ini bisa meningkat hingga dua kali lipat, dan bahkan lebih akibat cuaca buruk yang timbul dari awan Cumulonimbus," katanya.

Sementara informasi lain menyebutkan hujan badai di Kabupaten Bireuen Rabu petang  kemarin merusak sebanyak 12 unit rumah warga yang tersebar di empat kecamatan. "Betul. Ada sedikitnya 12 rumah rusak akibat diterjang angin kencang. Kondisinya beragam, ada yang rusak parah, sedang, maupun ringan," kata Ketua Tagana Bireuen Zulfikar, dilansir detikcom, Kamis (11/7).

Zulfikar menyebutkan peristiwa itu terjadi pada Rabu (10/7) sore. Saat itu, hujan terus mengguyur Bireuen dan disertai angin kencang sehingga merusak rumah warga. Di Kecamatan Gandapura total 3 unit rumah rusak, Kecamatan Peudada 3 unit rumah rusak, Kecamatan Jeumpa sebanyak 5 unit rumah rusak, dan di Kecamatan Makmur 1 unit rumah rusak.

"Kita sudah ke lokasi untuk melakukan pendataan. Selanjutnya kita akan berikan bantuan masa panik. Dalam peristiwa ini, tidak ada korban jiwa. Belum ada juga korban yang mengungsi," tambah Zulfikar. (MUL/ANC/DTC)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px