Logo
Print this page

Gedung Uji Kelayakan Kendaraan Sembilan Tahun Ditelantarkan

Kondisi bangunan uji petik kendaraan setelah sembilan tahun ditelantartarkan Dinas Perhubungan Pidie. andalas/dhian anna asmara Kondisi bangunan uji petik kendaraan setelah sembilan tahun ditelantartarkan Dinas Perhubungan Pidie. andalas/dhian anna asmara

Sekretaris Pansus XIII Kecam Dishub Pidie

Sigli,Aceh - andalas Sekretaris Tim Panitia Khusus (Pansus) XIII Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie, Teuku Saifullah mengecam keras Dinas Perhubungan kabupaten setempat yang menelantarkan bangunan gedung dan fasilitas tempat uji kelayakan kendaraan umum dan angkutan.

"Lihat saja bangunan gedung tempat menguji kelayakan setiap kendaraan angkutan umum dan angkutan barang, atau lebih dikenal gedung KIR  dibiarkan telantar dan mulai rusak," papar Teuku Saifullah kepada andalas, Selasa (11/12) petang.

Ia menambahkan, tim Pansus XIII sudah meninjau ke lokasi bangunan tersebut yang terletak di depan terminal mobil barang (Mobar) yang bersebelahan dengan terminal bus antarprovinsi.

Saifullah bersama sejumlah anggota Pansus menyebutkan, sangat terkejut dan heran melihat bangunan megah tempat KIR kendaraan  ditelantarkan, dan di sekelilingnya sudah menjadi hutan ilalang.

Selain kondisi bangunan tersebut kurang terurus juga jalan menuju terminal angkutan barang antarprovinsi sudah menjadi kubangan kerbau, ditambah semak belukar di dalam terminal tersebut.

Pansus XIII tidak hanya mengeritik keras bangunan gedung KIR kendaraan, tapi juga terhadap kesemrawutan bangunan terminal bus lama di pusat  Kota Sigli. Pasalnya, aset terminal tersebut sudah disalahgunakan.

Menurut Sekretaris Pansus XIII ini, timnya juga telah melakukan peninjauan jalan, jembatan, sanitasi air, serta irigasi di delapan kecamatan, di antaranya Kecamatan Kota Sigli, Kecamatan Pidie, Kecamatan Gronggrong, Kecamatan Delima, dan kecamatan lainnya.

Salah seorang mantan pegawai Dinas Perhubungan Pidie, Husaini SSos kepada andalas secara terpisah mengatakan, gedung tersebut sudah cukup lama tidak berfungsi.

Bangunan sepanjang 50 meter tersebut dibangun sekitar 9 tahun silam oleh Pemerintah Provinsi Aceh. Bangunan dilengkapi beberapa fasiltas untuk melahirkan Surat Tanda Uji Kendaraan (STUK) atau KIR.

"Jangankan lapangan aspal beton untuk uji coba kendaraan, jalan menuju ke terminal saja berlumpur, tapi pihak provinsi tak pernah meninjau aset tersebut," sebut Husaini yang mengakui 13 tahun bekerja di Dinas Perhubungan.

Husaini menambahkan,  salah seorang Kabid Dishub yang sudah dimutasi ke Dinas PU, pernah mengajukan anggaran senilai Rp 13 miliar untuk melengkapi kekurangan terminal Mobar, sekaligus untuk peningkatan PAD. Namun, ditolak tim penyusun anggaran daerah (TAPD). (DHIAN)

PT. STAR MEDIA INTERNUSA
JL. TENGKU AMIR HAMZAH KOMP RUKO GRIYA RIATUR INDAH 182, 184, 186 - MEDAN - 20124 - SUMATERA UTARA - INDONESIA.
Email : berita.andalas@googlemail.com © 2013 - 2014 harianandalas.com - All Rights Reserved.
IKLAN ONLINE | REDAKSI

http://kpkpos.com http://bursaandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com