Log in

FORMAK : Pemkab Asel Jangan Gagal Lagi Penuhi Harapan Rakyat

Kondisi PKS Krueng Luas yang lagi facum. (andalas/hsp) Kondisi PKS Krueng Luas yang lagi facum. (andalas/hsp)

Tapaktuan-andalas Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Forum Pemantau dan kajian kebijakan (Formak) Aceh Selatan mewanti Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan untuk tidak gagal lagi dalam memenuhi hak rakyat.

Hal itu disampaikan Ali Zamzami Ketua Formak terkait adanya pemutusan kontrak kerjasama antara Pemkab Aceh Selatan dengan CV.Sinar Surya tentang sewa menyewa pengelolaan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik Pemkab di Desa Krueng Luas kecamatan Trumon Timur.

“Dikeluarkannya Surat Bupati Aceh Selatan nomor 030/1004/2019 tertanggal 15 Oktober 2019 tentang pemutusan perjanjian sewa menyewa sepihak (wanprestasi) yang ditandatangani Bupati H.Azwir, S.Sos, membuktikan pengoperasian PKS Krueng luas oleh CV. Sinar Surya telah gagal,” katanya melalui relese kepada andalas, Jumat (18/10).

Gagal dalam hal ini sambungnya, menyangkut dengan sumber pemasukan daerah atau lebih dikenal dengan PAD. Dimana CV. Sinar Surya harus melunasi kewajiban sebagaimana dalam surat perjanjian berupa setoran kewajiban kepada pihak pertama (Pemkab Asel) sebesar Rp. 60 juta untuk kewajiban tahun 2018 dan Rp. 45 Juta untuk periode Januari hingga September 2019. 

“Dengan adanya tunggakan kewajiban pengelola, maka kami mendorong adanya kebijakan baru yang tepat dari pemkab Aceh Selatan agar Pabrik yang katanya sudah selesai direhab itu bisa beroperasi kembali dan menghasilkan, karena itu sangat dinanti-nantikan oleh masyarakat,” ulas Ali.

Menurutnya kegagalan demi kegagalan dalam pengelolaan PKS Krueng Luas, sejak sejak didirikan pada tahun 2005 silam haruslah menjadi catatan penting bagi pemkab Aceh Selatan.

Kedepan katanya pemkab harus selektif dalam menerima investor yang masuk dan harus lebih berhati-hati dalam membangun kerjasama atau menyewakan asset daerah, baik dalam menentukan pilihan, system dan mekanisme pengelolaannya agar kegagalan tidak menoreh luka baru dalam pengelolaan asset daerah yang tidak murah itu.

“Pemkab tidak boleh terjebak dan tertipu lagi oleh ‘Investor aba-abal” seperti sebelumnya. Sebab, sangat merugikan daerah dalam hal PAD dan mengecewakan masyarakat dalam hal Pertumbuhan Ekonomi,” tandas Ali Zamzami seraya menyarankan jika dimungkinkan Pemkab dapat mengelola sendiri, tanpa menggunakan pihak ketiga. (HSP)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px