Log in

Eks Kombatan GAM Desak Wali Nanggroe Mundur

Sejumlah eks kombatan GAM bersama korban konflik saat melakukan aksi menuntut Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud Al Haytar mundur dari jabatannya Sejumlah eks kombatan GAM bersama korban konflik saat melakukan aksi menuntut Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud Al Haytar mundur dari jabatannya

Aceh - andalas Sejumlah eks kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) bersama korban konflik menuntut sang pemangku Wali Nanggroe (WN) Aceh Malik Mahmud Al Haytar mundur dari jabatannya. Mereka juga meminta petinggi Komite Peralihan Aceh (KPA) dan PA Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf penuhi janji politiknya.

Desakan itu sebagai aksi protes terhadap pemangku Wali Nanggroe Malik Mahmud yang dianggap tidak layak menduduki jabatan tersebut. Mereka menilai sang pemangku tidak memiliki fungsi bagi keutuhan Aceh saat ini.

Sedikitnya, sekitar dua puluhan massa yang digerakkan oleh mantan petinggi GAM Aceh Timur Tgk Ahmad Radak berkumpul di Karona, Lhok Nibong, Pante Bidari, Aceh Timur, Jumat (07/12). Mereka mengibarkan dan memasang spanduk-spanduk berisikan imbauan serta berisi desakan yang menuntut lima mantan petinggi GAM yang terlibat politik mundur dan meninggalkan jabatan mereka masing-masing.

Kepada andalas Tgk. Ahmad Radak menagatakan, sebanyak 100 lembar spanduk berisi imbauan ini akan dibentang di kawasan khalayak umum seluruh Aceh. Sementara 400 lembar lainnya sedang dalam proses percetakan. Longstart pemasangan spanduk ini dilakukan di Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur.

“Kami dari mantan kombatan GAM telah menyiapkan 500 spanduk yang akan kami pasang seluruh penjuru Aceh. Kami bersama para janda, yatim piatu dan korban konflik Aceh lainnya menuntut petinggi KPA/PA bertanggung jawab terhadap kesehjahteraan kami, mereka juga harus mundur dari jabatannya masing-masing,” terang Tgk. Ahmad Radak.

Lebih lanjut, Ahmad Radak mengatakan, lima mantan petinggi GAM yang kini mengisi posisi kursi politik Aceh, antara lain Malik Mahmud sebagai Wali Nanggroe Aceh, Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf (Mualem) mantan Gubernur Aceh, Kamaruddin alias Abu Radak dan Hasan Sabon serta barisan mereka lainnya turut didesak mundur dari jabatan mereka.

“Kami menuntut Malik Mahmud meninggalkan tahta Wali Nanggroe, karena tidak pantas memangku jabatan sakral tersebut. Dia telah menipu kami para kombatan GAM selama ini, dan dia tidak ada kepentingan untuk Aceh sama sekali,” kata Ahmad Radak didampingi oleh Tgk. Muhammad (Amad Boh Idoeng) di sela-sela pemasangan spanduk  berlangsung.

Sementra itu, kepada mantan pejabat Gubernur Aceh dan Wakilnya masa periode 2012 – 2017 yaitu pemerintah Zikir meminta realisasi janjinya yang menurut mereka, sejumlah dana kepentingan kesejahteraan Kombatan GAM seluruh Aceh telah disalurkan untuk mereka, namun merurut mereka nihil.

“Dana sebesar Rp 650 miliar yang diperuntukkan kepada mantan kombatan dikemanakan selama ini, kami mengetahui dana yang sangat besar itu, dan seharusnya telah memakmurkan kehidupan eks kombatan saat ini. Namun, hari ini kehidupan mereka jauh lebih terpuruk, mereka tidak pernah menerima dana tersebut,” tandas Ahmad Radak.

 “Kami menuntut, realisasi dana Rp. 1juta/KK itu terpenuhi. Pemerintah bersama aparat penegakan hukum juga KPK harus mengusut alokasi dana tersebut. Dan juga dana bantuan beasiswa yang telah dihabiskan oleh DPRA juga jangan dibungkam,” lanjutnya. (EN)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px