Log in

Dunia Usaha Berkembang, Penduduk Miskin Berkurang

Bupati Bireuen diapit Ketua DPRK Bireuen Rusyidi Mukhtar diabadikan bersama tokoh masyarakat H Subarni A Gani (kanan) dan tokoh masyarakat Bireuen di luar daerah (paling kanan). Bupati Bireuen diapit Ketua DPRK Bireuen Rusyidi Mukhtar diabadikan bersama tokoh masyarakat H Subarni A Gani (kanan) dan tokoh masyarakat Bireuen di luar daerah (paling kanan).

Memasuki Usia 20 Tahun Kabupaten Bireuen

Alhamdulillah! Tepat tanggal 12 Oktober 2019 lalu Kabupaten Bireuen memasuki usia 20 tahun. Di usianya yang telah 'remaja' Kabupaten Bireuen mampu meningkatkan pencapaian ekonomi yang ditandai dengan semakin berkembangnya dunia usaha dan menurunnya angka penduduk miskin.

Ke depan kita doakan dengan dukungan SDM yang berkualitas, Bireuen mampu bermartabat, adil, makmur, aman, damai dalam rajutan persatuan dan kesatuan yang kukuh berlandaskan syariat.

Pun demikian tantangan-tantangan sudah pasti ada. Namun dengan semangat kebersamaan, kekompakan, dan kegotongroyongan dari seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Bireuen, semua tantangan itu diyakini bakal mampu dilalui.

Menelusuri jejak kepemimpinan H Saifannur SSos sebagai Bupati dan Dr H Muzakkar A Gani SH MSi sebagai Wakil Bupati yang baru dua tahun memimpin Bireuen, sudah tampak berbagai kemajuan yang dicapai Bireuen terutama menurunnya angka kemiskinan seiring meningkatnya pertumbuhan ekonomi. Pencapaian ini tentu tidak terlepas dari dukungan seluruh elemen masyarakat.

Duet kepemimpinan Saifannur-Muzakkar telah bersama-sama melewati berbagai lika-liku dalam menata eksistensi Kabupaten Bireuen sebagai sebuah daerah otonom yang lahir pada 12 Oktober 1999 silam.

Saifannur pun mengakui berbagai kemajuan yang hari ini dicapai Bireuen adalah berkat adanya dukungan seluruh elemen masyarakat karena Bireuen adalah milik semua masyarakat.

“Saya tidak mampu memajukan Bireuen tanpa adanya dukungan seluruh elemen masyarakat. Karena itu saya tetap mengharapkan masyarakat mendukung seluruh progam yang akan kami laksanakan,” ungkapnya dalam sebuah kesempatan, baru-baru ini.

Saifannur menyebut berkembangnya dunia usaha di Bireuen ikut mendorong laju pertumbuhan ekonomi daerah, sehingga berdampak pada berkurangnya angka pengangguran di Bireuen.

Angka pengangguran di Bireuen telah mampu ditekan dari 4,50 persen pada 2017 turun menjadi 3,52 persen pada 2018. Sementara laju pertumbuhan ekonomi mengalami peningkatan dari 4,12 persen pada 2018 naik menjadi 4,25 persen pada 2019.

Seiring dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi serta turunnya angka pengangguran, angka kemiskinan di Bireuen juga sudah mampu ditekan. Berdasarkan data yang diperoleh andalas, pada 2018 persentase penduduk miskin di Bireuen terus menurun dari 15,87 persen kini (2019) menjadi 14,31 persen. Artinya  persentase penduduk miskin di Bireuen turun di atas satu digit yakni 1,56 persen.

Di balik pencapaian keberhasilan ini tentu menyimpan berbagai kisah juga peristiwa penuh dengan perjuangan, tantangan, dan hambatan. Namun hal itu menjadi dorongan agar Bireuen yang kini telah berusia 20 tahun semakin matang dan dewasa di masa mendatang.

Bireuen Milik Masyarakat

Salah seorang tokoh pemrakarsa pembentukan Kabupaten Bireuen, H Subarni A Gani yang akrab disapa Bang Bar saat didaulat menyampaikan sambutan di Sidang Istimewa DPRK Bireuen dalam rangka memperingati HUT ke-20 Kabupaten Bireuen, Sabtu (12/10) lalu menyebut bahwa semua elemen masyarakat harus tahu bahwa Bireuen adalah milik masyarakat dan bukan milik bupati.

"Sebab, 70 persen dana pembentukan Kabupaten Bireuen berasal dari sumbangan masyarakat, dari setiap gampong mulai dari Samalanga sampai Gandapura," kata Bang Bar.     Ia mengetahui persis hal itu karena sewaktu perjuangan pembentukan Kabupaten Bireuen, ia mengemban tugas sebagai panitia di bidang keuangan yang turun langsung ke kecamatan-kecamatan menjumpai keuchik untuk meminta sumbangan.

Sementara yang 30 persen lagi dana perjuangan pembentukan Kabupaten Bireuen berasal dari sumbangan para pengusaha. “Jadi 70 persen masyarakat dari setiap kampung dan 30 persen dari pengusaha. Tidak ada pengusaha yang mutlak memberi sumbangan di kala itu,” kenang Bang Bar.

Karena itu ia mengingatkan bahwa Bupati dan Wakil Bupati beserta aparatur pemerintahan di Kabupaten Bireuen adalah aparat yang diberi amanah untuk melayani masyarakat. Seluruh hasil pembangunan di Kabupaten Bireuen harus dinikmati oleh seluruh masyarakat.

Subarni menekankan agar pemerintah harus hadir untuk seluruh masyarakat agar kabupaten ini bermakna. Misalnya mengupayakan pembangunan irigasi agar air tersedia saat musim tanam untuk dinikmati oleh petani. Begitu juga dengan petani tambak, harus diperhatikan agar juga bisa menikmati hasil pembangunan Kabupaten Bireuen.

“Saya mengharapkan agar tahun depan pada paripurna peringatan HUT Bireuen tak ada lagi kata sambutan dari panitia pembentukan kabupaten, karena panitia sudah bubar setelah Kabupaten (Bireuen) terbentuk. Jadi sambutannya nanti dari tokoh masyarakat, mulai dari Samalanga bagian barat, Bireuen bagian tengah, dan Gandapura/Peusangan agar rajutan rasa bersatu lebih kental dan tidak ada yang ditonjolkan,” harap Bang Bar.

Ia juga berpesan kepada Bupati agar minimal setahun sekali dapat mengumpulkan tokoh masyarakat, ulama dari Samalanga - Gandapura, untuk duduk bersama dengan Bupati, DPRK, serta pejabat SKPK, guna didengarkan ide-ide yang harus dikerjakan untuk kemajuan Bireuen. "Karena, sebodoh-bodohnya orang, pasti ada ide untuk disampaikan. Siapa tahu ide itu bagus demi kemajuan Bireuen," sebutnya. Selamat HUT Bireuen semoga terus berjaya. (Suherman Amin)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C