Log in

DPR RI Pantau Realisasi Otsus di Aceh Utara

Tim DPR RI dipimpin Fadli Zon memantau realisasi Otonomi Khusus Aceh di Aceh Utara, Minggu (9/12). Tim DPR RI dipimpin Fadli Zon memantau realisasi Otonomi Khusus Aceh di Aceh Utara, Minggu (9/12).

Aceh Utara, Andalas Wakil Ketua DPR RI Dr H Fadli Zon, SS, MSc, bersama sejumlah anggota DPR RI lainnya, Minggu (9/12) siang, berkunjung ke Kabupaten Aceh Utara untuk memantau realisasi pelaksanaan Undang-Undang terkait dengan Otonomi Khusus (Otsus) Aceh.

Tim DPR RI meninjau langsung sejumlah objek pembangunan di kabupaten itu. Di antaranya meninjau kondisi jalan bekas Exxonmobil atau jalan Line Pipa yang sedang rusk berat dan jalan menuju Makam Pahlawan Nasional Cut Meutiya di Kematan Pirak yang kita tidak layak dilintasi.

Berikutnya, tim DPR RI juga melakukan kunjungan ke beberapa situs sejarah yaitu, pusat situs sejarah Kerajaan Samudera Pasee, Makam Malikussaleh dan rumah peninggalan Cut Meutuya.

Melihat kondisi tersebut, Fadli Zon mengaku prihatin dengan kondisi sejumlah tempat yang dikunjungi timnya. Terlebih lagi, kondisi buruknya akses jalan menuju makam Cut Meutia yang jaraknya sekitar 21 km di hulu sungai Krueng Keureutoe.

Akibat kondisi tersebut, tim DPR gagal menjamah lokasi makam Srikandi Aceh itu, meskipun, menurut Fadli Zon, menziarahi makam Cut Meutia merupakan salah satu agenda kunjungan tim yang dipimpinnya itu. Sayangnya, mereka hanya bisa mencapai rumah peninggalan Cut Meutia yang terletak di Gampong Masjid Pirak, Kecamatan Pirak Timu.

Usai kunjungan ke beberapa lokasi yang diagendakan, Minggu malam (09/11), Fadli Zon didampingi anggota DPR RI lainnya, yakni H Firmandes, Muslim SHI, MM, M Natsir Jamil, Khaidir Abdurahman dan Jimmy Demianus Ijie melakukan pertemuan dengan Bupati Aceh Utara H Muhammad Thaib beserta perangkat kerjanya, di Pendopo Bupati Aceh Utara di Lhokseumawe.

Pada pertemuan itu, DPR RI juga bertatap muka langsung dengan sejumlah ulama dayah Aceh dan masyarakat Aceh membicarakan tentang Otsus Aceh.

Menurut Fadli Zon, Otsus Aceh yang selama ini dikelola oleh Pemerintah Daerah belum berdampak bagi pembangunan Aceh. Ia mengatakan dana Otsus Aceh yang sangat besar seharusnya telah mampu memberikan dampak pembangunan yang optimal bagi masyarakat Aceh.

“Kunjungan ini secara khusus kita turun ke Aceh untuk memantau langsung pemanfaatan dana Otsus ini,” ungkap Fadli Zon.

Pada kesempatan itu, Fadli Zon meminta, agar para pemegang kebijakan di Aceh untuk duduk bersama membahas kembali pola pendistribusian dana Otsus, khususnya antara pihak Pemerintah Aceh (Provinsi) dengan Pemerintah Kabupaten/Kota.

“Seyogianya dana Otsus ini harus banyak terdistribusi ke kabupaten/kota sehingga pemanfaatannya menjadi lebih optimal bagi masyarakat,” terang Fadli Zon.

Sementara itu, Bupati Aceh Utara H Muhammad Thaib menyampaikan nilai-nilai kearifan lokal Aceh.  Melalui Tim Pemantau Otsus Aceh tersebut Bupati Aceh Utara yang kerap disapa Cek Mad memohon agara pemerintah pusat memberikan kekhususan bagi Aceh dalam banyak hal sesuai dengan nilai-nilai kearifan lokal tersebut.

 “Saya membangun Aceh Utara ini dengan SDM, termasuk SDM bidang agama. Sebab itu saya ingin dana Otsus itu juga dipakai untuk membangun dayah-dayah terpadu. Coba kita lihat dayah terpadu itu punya kurikulum bahasa Arab dan bahasa Inggris, ini sangat penting bagi anak-anak kita dalam menghadapi perkembangan ke depan,” uhar Cek Mad. (EN)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px