Log in

Direktur PT KKA Terancam Dijerat TPPU


Gayo Lues-Andalas Direktur PT Karya Kuning Abadi (KKA) Kabupaten Gayo Lues terancam didelik Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) oleh Polda Aceh. Pasalnya, AMP milik perusahaan besar itu diduga tidak memiliki izin Galian C hingga dipasanggi garis Police Line dan alat beratnya diamankan tim Krimsus Polda Aceh saat turun ke Gayo Lues kemarin.

Padahal, perusahaan itu sudah bertahun-tahun beroperasi dan sudah banyak mengeruk pasir dan batu untuk dijadikan sebagai material proyek di kabupaten berjuluk Negeri Seribu Bukit Tersebut, dan baru kali ini dipasanggi garis police line atau dilarang beroperasi.

Seperti pernyataan Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Polda Aceh, Guntur, yang diberitakan salah satu Media terbitan Aceh dalam rapat Evaluasi Penerbitan Izin Tambang Mineral Non Logam dan Bantuan serta Target Penerimaan Pajak dari Operasi Tambang di 23 Kabupaten Kota yang digelar oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh di Aula Kantor tersebut Kamis Tanggal 30 Agustus 2018 yang lalu.

Pernyataan Kasubdit Tipiter dalam acara itu mengatakan bahwa Polda Aceh sengaja menjerat para penambang Ilegal dengan delik TPPU, supaya menimbulkan efek jera karena sangsi pidana dan pembayaran dendanya lebih besar.

Kombes Misbahul Munauwar Humas Polda Aceh yang dihubungi keselulernya Sabtu (22/9) terkait tindak lanjut pemasangan garis Police Line terhadap PT KAA, dan apakah benar Direktur PT KAA sudah diperiksa tim Polda Aceh dengan delik TPPU masih belum dijawab.

Begitu juga dengan Rabudin Direktur PT Karya Kuning Abadi, saat dihubunggi ke Ponselnya dan melalui pesan WA Jum'at (21/9) malam hingga Sabtu 22 September 2018, saat ditanyai apakah benar dirinya diperiksa tim Polda Aceh dengan dugaan delik Tindak Pidana Pencucian Uang terkait penambangan Galian C ilegal di Gayo Lues belum dijawab hingga berita ini dikirimkan ke meja redaksi.

Sementara sebelumnya, Rabudin mengaku sedang berada di Banda Aceh untuk mengurus perpanjangan izin AMPnya yang di beri garis Police Line oleh tim Krimus Polda Aceh di desa Kuning, Kecamatan Rikit Gaib, Kabupaten Gayo Lues. Dan garis Police Line itu baru akan dicabut dan alat beratnya dilepaskan setelah izin galian Cnya selesai diurus perpanjanganya.

Saat itu Rabudin mengaku sudah memiliki izin penambangan Galian C, namun lantaran sudah mati harus diperpanjang lagi izinya hingga dipasang garis Police Line oleh tim Krimsus Polda Aceh. Dan pernyataanya itu sangat bertolak belakang dengan pernyataan Kepala Peizinan Gayo Lues yang menyebutkan bahwa di Gayo Lues belum ada satu Perusahaanpun yang mengantonggi izin, untuk rekom mengurus izin saja baru satu perusahaan yang dikeluarkan pihaknya.

Disis lain, di segelnya AMP PT KAA Gayo Lues berpeluang meghambat pembangunan yang sedang berjalan, pasalnya, akibat AMP disegel itu bisa memicu kekurangan material bahan Proyek yang sudah di Tender Pemkab setempat.

Menanggapi permasalahan itu, Ir.Rasidin Porang Kepala Dinas Perindustrian mengatakan, dengan disegelnya AMP di Gayo Lues sudah pasti berpengaruh terhadap pekerjaan Pengaspalan yang memang harus dilaksanakan pemilik AMP tersebut, meski begitu, hingga hari ini belum ada yang menyampaikan secara lisan dan tertulis ke Dinas Perindustrian.

Sekda Kab Gayo Lues H.Thalib S Sos yang dimintai tanggapanya terkait penyegelan AMP itu mengatakan, penyegelan yang dilakukan tentu untuk penegakan hukum, untuk itu dirinya meminta kepada pihak pengelola AMP agar segera mengurus izin yang diperlukan, sehingga kedepan dapat beroprasi kembali dan pembangunan dapat berjalan.

"Yang menyangkut rekomendasi yang diperlukan pihak Perusahaan, Pemda Gayo Lues akan mendorong SKPK agar segera memproses sesuai ketentuan," katanya (Nuar)

23°C

Medan, Sumatera Utara

Scattered Thunderstorms

Humidity: 97%

Wind: 4.83 km/h

  • 11 Dec 2018 28°C 22°C
  • 12 Dec 2018 27°C 22°C

Banner 468 x 60 px