Log in

Daging Meugang Tembus Rp 200 Ribu per Kg

TETAP RAMAI-Kendati harga daging meugang dinilai sudah "menggila", namun pusat pasar di Pidie tetap ramai diserbu pembeli. andalas/dhian anna asmara TETAP RAMAI-Kendati harga daging meugang dinilai sudah "menggila", namun pusat pasar di Pidie tetap ramai diserbu pembeli. andalas/dhian anna asmara

Aceh - andalas Harga daging "meugang" (hari pemotongan hewan) menyambut bulan Suci Ramadan 1439 Hijriah tahun 2018 di Kabupaten Aceh Selatan tembus Rp200 ribu per kg. Sedangkan di Kabupaten Pidie dan Bireuen, harga daging pada hari pertama meugang atau Mak Meugang Cheek Phoen, Selasa (15/5) bervariasi antara Rp 170 ribu hingga Rp 180 ribu per kg.

Pengamatan wartawan di pasar Inpres Tapaktuan, Selasa (15/5), meskipun harga daging mengalami kenaikan, konsumen tetap membeli daging untuk persiapan puasa yang dimulai Kamis (17/5).

Irwan, salah seorang pedagang mengatakan, tingginya harga daging pada hari meugang tahun 2018, karena stok kerbau dan sapi sangat minim di Aceh Selatan sementara permintaan daging meningkat.

Untuk memenuhi kebutuhan daging tersebut, para pedagang harus mendatangkan kerbau dan sapi dari luar daerah.

"Di Aceh Selatan minim stok kerbau dan sapi, untuk memenuhi kebutuhan daging menyambut bulan puasa tahun ini para pedagang harus mendatangkan kerbau dan sapi dari luar daerah. Sementara harga kerbau dan sapi sekarang ini pun telah melonjak naik yakni berkisar Rp25 juta sampai Rp30 juta per ekor," sebutnya.

Harga daging ini dinilai sudah "menggila", namun pasar-pasar daging sapi dan kerbau ini tetap ramai diserbu pembeli.  

Pengamatan andalas di pusat pasar daging meugang ini, terlihat sangat ramai dikunjungi masyarakat. Padahal, harga daging tahun ke tahun terus melonjak tajam meskipun hari-hari biasa harga daging tidak lebih dari Rp 130.000 per kg.

Lonjakan harga daging ini, tidak banyak mempengaruhi pembeli. Pasalnya, tradisi meugang sudah sangat mengental bagi masyarakat Aceh.

Untuk lonjakan harga daging ini, sudah tidak dapat diatasi oleh pemerintah daerah setempat sebagaimana diungkapkan warga Kabupaten Pidie kepada media ini, Selasa (15/5) siang.

"Ini pesta daging setahun sekali, dan bagi masyarakat kita yang tidak membawa pulang daging meugang sangat hina dan malu dengan tetangga, apalagi tetangga sedikit agak berada tentu jadi sindiran," papar Tgk Aiyub, Tgk Ridwan Ali, dan Iskandar Husein.

Mereka menyebutkan, selama dua hari meugang di Pidie, akan disembelih sekitar 1.989 ekor kerbau dan sapi untuk daging meugang, tapi harganya tetap melambung tinggi, atau jauh dari harga daging sehari hari sebelum meugang.

Menjawab andalas, warga masyarakat tersebut mengatakan, tidak ada tim pemantau harga daging yang turun ke lapangan untuk mengatasi lonjakan harga daging motong tersebut. Karena, harga ternak menjelang meugang pun naik lebih tingggi dari harga sebelumnya.

Sementara bagi masyarakat tidak mampu terpaksa membeli daging ayam potong yang harganya jauh lebih murah.        

Di Bireuen

Pedagang daging meugang hari pertama di sepanjang jalan Langgar Bireuen. Di sini harga daging antara Rp 170 ribu hingga Rp 175 ribu per kg. andalas/suherman amin

 

Sementara itu, di wilayah Bireuen harga daging antara Rp 170 ribu hingga Rp 175 ribu per kg. Tgk Faizin kepada andalas menyebutkan, di Kota Matanggeulumpangdua, harga daging pada hari pertama meugang biasanya lebih mahal dari hari kedua. Sebab umumnya masyarakat sudah mempersiapkan pada hari pertama.

Tradisi meugang di kawasan Bireuen khususnya Kota Matanggeulumpangdua Peusangan, merupakan tradisi yang membudaya, sehingga pelaksanaan dua hari mak meugang bukan hal baru, tapi sudah turun temurun sejak zaman dahulu.

Di Kota Bireuen, ibukota Kabupaten Bireuen, pelaksanaan Mak Meugang juga sudah dibudayakan dua hari. Pedagang daging Tgk Alamsyah, warga Peusangan Bireuen menyebutkan, harga daging pada Mak Meugang Selasa (15/5) juga menembus Rp 175 ribu per kg.

“Harga sapi dan kerbai mahal karena memang banyak dibeli warga,” katanya.

Dijelaskannya, jika daging tidak habis terjual hingga di sore hari, Alamsyah terpaksa membanting harga walaupun hanya titik impas. “Yang penting jangan sampai rugi,” katanya.

Sedangkan Agus Bakhtiar Cotbatee memprediksi, pada Mak Meugang hari kedua, Rabu (16/5) hari ini akan naik disbanding hari pertama meugang. Namun itu sangat tergantung cuaca. Sebab banyak pedagang daging lembu dan kerbau yang belum peroleh keuntungan. (DHIAN/HERA/ANT)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

23°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 6.44 km/h

  • 26 Sep 2018 30°C 22°C
  • 27 Sep 2018 27°C 22°C

Banner 468 x 60 px