Log in

Bupati Saifannur: Mari Bangun Bireuen dengan Kebersamaan

Masyarakat Bireuen melakukan gotongroyong memperbaiki jembatan yang rusak. andalas/suherman amin Masyarakat Bireuen melakukan gotongroyong memperbaiki jembatan yang rusak. andalas/suherman amin

Bireuen,Aceh-andalas “Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Menyo but meupakat lampoeh jrat tapeugala (jika sudah sepakat apapun bisa kita laksanakan).

”Iitulah wejangan Bupati Bireuen H Saifannur SSos pada Sidang Paripurna Istimewa DPRK Bireuen dalam rangka HUT ke-18 Kabupaten Bireuen, Kamis (12/10) di ruang sidang DPRK setempat.

Bupati berharap semua pihak baik Forkopimda, DPRK, tokoh pendiri Bireuen maupun seluruh elemen masyarakat Kabupaten Bireuen harus selalu menganut semboyan itu dalam melakukan progam pembangunan Bireuen.

“Sebab, apapun bisa kita lakukan dalam membangun Bireuen sejauh kita mau merajut silaturahmi, kebersamaan dan terpadu. Jangan ada dusta di antara kita. Kita harus benar-benar jujur, ikhlas dan tuntas dengan beritikad baik demi nusa, bangsa dan negara,” kata H Saifannur.

Menurut catatan sejarah dan terbukti, katanya, kita tidak mampu menyelesaikan masalah secara sendiri-sendiri, karena tidak akan membuahkan hasil. Namun dengan semangat kesatuan dan persatuan secara terpadu, kebersamaan, kegotongroyongan barulah terlaksana dengan baik dan membuah hasil.

“Begitu juga progam Pemkab Bireuen melakukan komitmen melaksanakan progam pembangunan demi kesejahteraan rakyat, membutuhkan dukungan penuh Forkopimda, DPRK dan semua elemen masyarakat. Jika ini dilakukan insyaallah akan membuahkan hasil maksimal,” tambah Saifannur.

Salah satu hasil nyata Pemkab Bireuen telah mampu membangun sejumlah saluran irigasi yang tidak berfungsi melalui gotroy. Irigasi-irigasi itu kini sudah berfungsi dan masyarakat sudah mampu memberdayakannya .

Bahkan aksi nyata dua hari lalu, dengan gotroy Pemkab Bireuen membersihkan saluran di kawasan Keude Matanggeulumpangdua. Saluran yang tersumbat sampah yang mengakibatkan banjir bila hujan kini sudah teratasi.

Sementara itu, Ketua Kaum Tani Peusangan H Yusri Abdullah yang juga Wakil Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Bireuen mengatakan, pembersihan saluran air di Meunasah Dayah Peusangan dan Keude Matang memang berat dan membutuhkan biaya besar.

Tetapi dengan adanya kebersamaan semuanya terasa ringan  apalagi memang kebutuhan masyarakat karena jalur irigasi tersebut digunakan oleh masyarakat untuk kelancaran air ke sawah.

“Pembersihan saluran irigasi diharapkan akan berdampak baik bagi hasil pertanian masyarakat setempat yang mayoritas penduduknya petani. Dan insyaallah dengan semangat kegotongroyongan, apapun bisa kita perbuat,” tambah Yusri.  (Hera)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

26°C

Medan, Sumatera Utara

Partly Cloudy

Humidity: 87%

Wind: 11.27 km/h

  • 16 Dec 2017 29°C 23°C
  • 17 Dec 2017 28°C 22°C

Banner 468 x 60 px