Log in

Bupati Ajak Masyarakat Teladani Teuku Umar

Makam Teuku Umar di Desa Meugo Rayeuk, Aceh Barat Makam Teuku Umar di Desa Meugo Rayeuk, Aceh Barat

Meulaboh-andalas Bupati Aceh Barat, H Ramli, MS mengajak seluruh komponen masyarakat meneladani sosok pahlawan nasional Teuku Umar, sebagai inspirator dalam mengisi pembangunan regional dan nasional.

"Jiwa dan raga rela beliau korbankan berjuang, mengusir penjajah Belanda dari Aceh saat itu, sehingga kita dapat merasakan hasil perjuangannya," katanya usai menjadi inspektur upacara di lokasi makam Teuku Umar, Desa Meugoe Rayek, Kecamatan Panton Reu, Senin (11/2).

Pada peringatan syahid Teuku Umar ke - 120 itu dilaksanakan upacara yang dihadiri Danrem 012/ Teuku Umar, Kolonel Inf Aswardi, Dandim 0105/ Aceh Barat, Letkol Kav Nurul Diyanto, Polri di Aceh Barat, Forkompimda, SKPD, tokoh agama dan masyarakat.

Bupati menyampaikan terimakasih kepada pemerintah pusat yang telah memberikan penghargaan pahlawan nasional kepada Teuku Umar pada 1973, pemberian gelar kehormatan itu menjadi satu kebanggaan besar bagi masyarakat Aceh.

"Atas nama rakyat Aceh, saya menyampaikan terimakasih kepada pemerintah pusat mengangkat Teuku Umar pahlawan nasional. Harapan ke depan pihak Kementerian terkait berkunjung melihat bagaimana kondisi makam Teuku Umar tersebut," ujarnya.

Teuku Umar, adalah pahlawan nasional asal Aceh yang mengusir penjajah Belanda dengan taktik perangnya berpura-pura menyerah dan bersekutu. Suami Cut Nyak Dhien itu, meninggal setelah ditembak oleh tentara Belanda pada 11 Februari 1899 di Suak Ujong Kalak, Meulaboh.

Masyarakat dari seluruh penjuru Tanah Air, bahkan dari luar negeri berkunjung ke lokasi makam yang menjadi objek wisata relegi di Aceh itu, perhatian pemerintah pusat diharapkan bisa lebih memperhatikan kondisi makam pahlawan nasional itu.

Dengan demikian, menurut Bupati, setiap pengunjung yang datang ke lokasi akan merasa lebih nyaman dan benar - benar merasakan suasana berada di lokasi makam pahlawan nasional yang mendapat perhatian dari pemerintah. "Kementerian Sosial dan Kemenetrian Pariwisata RI, kita harap memberikan perhatian lebih, coba lihat bagaimana kondisi makam pahlawan nasional di Aceh Barat ini. Kalau dana daerah tidak memungkinkan, kita daerah hanya bisa merawat," kata Bupati.

Dia juga menyampaikan, segera mengutus perwakilan untuk ke Negara Belanda, menelusuri dan mencari duplikat foto dan lukisan yang sebagian besar tersimpan di Tropenmuseum, Amsterdam, Belanda. "Saya juga akan menindak lanjuti komitmen salah satu industri perusahaan tambang batubara di Aceh Barat yang pernah menyampaikan komitmen membangun laboratorium sekaligus menjadi museum sejarah dengan dana tanggungjawab sosial," ujar Bupati.

Dia mengakui, sudah pernah ada MoU dengan PT Mifa Bersaudara, ada dana CSR, mereka akan bangun gedung sebagai laboratorium Bahasa Arab dan Inggeris, tetapi sampai saat ini belum terealisasi. "Saya akan lanjutkan dan pertanyakan ke mereka," tandasnya.

Bupati setelah penempatan karangan bunga dan siram air di kubur Teuku Umar, juga melakukan penyerahan hadiah dan tropi kepada pemenang lomba napak tilas yang ikut berpartisipasi sejak Sabtu (10/1) malam sampai hari puncak kegiatan. (ANT)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px