Log in

Bireuen Mampu Produksi Padi 6 Ton Per Hektare

Rapat koordinasi Upsus Pajale dan penetapan jadwal turun ke sawah musim tanam gadu 2017 yang berlangsung  di Aula Dinas Pertanian Bireuen.andalas / Suherman Amin Rapat koordinasi Upsus Pajale dan penetapan jadwal turun ke sawah musim tanam gadu 2017 yang berlangsung di Aula Dinas Pertanian Bireuen.andalas / Suherman Amin

Jangkauan Produksi Padi Terus Meningkat

Bireuen-andalas Staf Ahli Menteri Pertanian (Mentan) Bidang lingkungan Ir Mukhti Sarjano M.Sc, mengatakan bahwa jangkauan produksi Padi Indonesia terus meningkat bahkan Bireuen-Aceh mampu berproduksi Padi 6 ton lebih per hektare. Meski demikian jangkauan Indonesia belum mampu menyaingi Thailand yang hasil pertanian mereka sangat bagus padahal Vietnam dan Thailand dulu belajar bertani dari Indonesia.

Pernyataan tersebut diungkapkan Ir Mukhti Sarjano M.Sc, dalam sambutannya  pada acara rapat koordinasi kusus upaya Padi, Jagung dan Kedelai (Upsus Pajale), sekaligus pertemuan penetapan jadwal turun sawah Musim Tanam (MT) Gadu 2017, di Aula Dinas Pertanian Bireuen pekan kemarin.

“Sangat ironis memang sebab Vietnam dan Thailand dulu belajar bertani dari Indonesia kini malah hasil pertanian mereka sangat bagus. Ke depan kita akan mampu menjangkau produksi padi di atas mereka“. Sebutnya.

‘’Jangkauan produksi padi Indonesia terus meningkat, sudah mulai ekspor ke Srilanka dan akan di ekspor ke beberapa negata di Afrika dan negara lainnya. Itu semua berkat kerjasama semua pihak. Dengan demikian Presiden sangat mengapresiasi kepada penyuluh, babinsa dan petani yang telah membantu terwujudnya hal penunjangan pangan tersebut, “ katanya lagi.

Sementara  Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Setdakab Bireuen, Raden Yus Rusmadi ST, menyebutkan, dengan adanya koordinasi memantapkan langkah-langkah jadwal serentak turun ke sawah se- Kabupaten Bireuen, dapat mengoptimalkan penggunaan air dan memutus siklus hama sehingga dapat meningkatkan hasil produksi pertanian.

Menurutnya, peran pemerintah membantu petani diakui masih banyak kendala dan permasalahan tanaman pangan saat ini, optimalisasi yang masih rendah, permodalan dan sejumlah kendala lainnya masih dirasakan,namun dengan kebersamaan ,menghadapi kendala produksi padi.

Kepala Dinas Pertanian Ir Alie Basyah M. Si dalam sambutannya mengatakan, jumlah peserta rapat koordinasi dengan para petani yang berjumlah 200 orang, bertujuan untuk mendapat masukan dan input pelaksanaan Upsus Pajale yang sudah, sedang dan akan dilaksanakan ke depan.

“Untuk mewujudkan upsus pajale harus ada kerjasama dengan, penyuluh, mantri tani, kelompok tani, pendamping stakeholder dan TNI AD dari Babinsa. Nantinya rapat ini membahas dan bisa menyusun jadwal turun ke sawah musim tanam gadu 2017 mendatang yang lebih baik,” harap Alie Basyah.

Alie Basyah menambahkan, apabila ada kendala yang dihadapi demi mencapai target upsus pajale adalah kekurangan debit air. Karena itu perlu dilakukan normalisasi sejumlah saluran sekunder dan waduk yang debit airnya mulai berkurang, serta menormalkan kembali pompanisasi yang terkendala, demi keberhasilan petani tersebut, pungkasnya. meningkat.

Ditambahnya, Bireuen penghasil padi yang produktif dan hasilnya tidak kurang dari 6 ton per hektare. Realisasi dan target musim gadu Kabupaten Bireuen, pada 2016 dari target 22,500 hektare, realisasi 16,201 hektare dan 2017 adalah 22,432 hektare, sementara jagung targetnya 1,456 hektare dan kedelai 681 hektare. (Hera)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

23°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 6.44 km/h

  • 20 Nov 2017 30°C 23°C
  • 21 Nov 2017 28°C 22°C

Banner 468 x 60 px