Log in

Belasan Ribu Hektare Padi di Pidie Mulai Dipanen

Petani di Kawasan Persawahan Desa Suwiek Kecamatan Indrajaya Kabupaten Pidie menumpuk hasil panennya atau disebut Krong Padee, selanjutnya diinjak untuk melepaskan untaian padi dari tangkainya.Andalas/Dhian Anna Asmar Petani di Kawasan Persawahan Desa Suwiek Kecamatan Indrajaya Kabupaten Pidie menumpuk hasil panennya atau disebut Krong Padee, selanjutnya diinjak untuk melepaskan untaian padi dari tangkainya.Andalas/Dhian Anna Asmar

Sigli-andalas Belasan ribu hektare dari sekitar 29.965 hektare areal persawahan padi di Kabupaten Pidie, selama sepekan ini mulai memanen usahanya. Sedangkan areal persawahan di sejumlah kecamatan lainnya, masih menunggu panen serentak sekitar 20 hari mendatang.

Pengamatan andalas, Sabtu dan Ahad (18-19/3) di Kecamatan Sakti, Kecamatan Mutiara Timur, Kecamatan Indrajaya, Mila, dan sebagian Kecamatan Delima, petani sedang memanen dan menumpuk hasil panennya untuk diangkut ke rumah dan dijual kepada penampung.

Di kawasan Desa Suwiek, Kecamatan Indrajaya, sebagaimana pengakuan para petani kepada andalas, bahwa mereka sudah memanen hasil tanaman padinya beberapa hari lalu dan sebagian besar petani membuat embung tumpukan (Nibai) gunungan ikatan padi dilokadi panen.

Menjawab masalah tumpukan tersebut, puluhan petani Desa Suwiek menyebutkan untuk di Seumeule (diinjak ramai ramai), sehingga butiran padi rontok dari tangkat untuk mudah diangkut pakai karung besar. "Ini meski sudah kuno, tapi praktis tidak banyak mengeluarkan biaya atau ongkos upahan mengangkut "Nibai Padi", apalagi cari orang upahan sulit saat panen serentak sekarang ini, "papar Nurhabibah dan Fitriani, keluarga petani.

Apa yang diungkapkan ke tiga keluarga petani di  Desa Suwiek itu, diakui petani di Kecamatan Mila, dimana yang mengangkut Nibai Padi harus dicari dari Kecamatan Pidie, Kecamatan Kembang Tanjong, Kecamatan Batee, atau Kecamatan Simpang Tiga. "Ini sangat merepotkan dan jauh dari tempat kami Pak, "sebut Mustafa dan Baharuddin.

Apakah hasil panen itu dijual semua ke penampung atau tengkulak untuk diangkut ke Medan, Sumatera Utara? Mereka menjawab setengah hasil panen memang dijual untuk kebutuhan anak anak sekolah dan setengahnya disimpan untuk dijadikan beras alias digiling ke penggilingan padi serta ampas dedak dijadikan pakan ayam dan bebek.

Beras Baru
Dari sejumalah pemilik penggilingan padi di Kabupaten Pidie menyebutkan jika panen padi petani Musim Tanam (MT) kali ini cukup bagus hasll padinya padat berisi atau sangat jarang kedapatan kosong termasuk setelah dijemur atau disebut Gabah Kering Giling (GKS).

M. Hasan Ali mengakui juga dengan panen besar ini, sedikitnya masyarakat akan mrnikmati beras baru buksn stock lama, disamping harga beras yang dapat dipastikan sedikit turun dari harga sebelumnya.

Ia juga menyebutkan, tidak hanya beras turun harganya meski berkisar turun Rp 1000 perkilogram,  juga dapat dipastikan harga pakan ternak akan turun drastis. "Ini sangat membantu sekali bagi yang bukan keluarga petani," ucapnya.

Pemilik penggilingan padi ini, lebih lanjut mengatakan petani sekarang ini sudah tidak susah payah lagi mengangkut hasil panennya. Mereka sudah dapat menggiling padinya di lokasi, karena sekarang ini sudah ada pabrik penggilingan padi berjalan. Sementara, banyak pabrik penggilingan padi yang ada lantai jemur dengan bangunan besar banyak yang gulung tikar, katanya.  (dhian)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 100%

Wind: 6.44 km/h

  • 24 Jun 2017 30°C 22°C
  • 25 Jun 2017 30°C 22°C

Banner 468 x 60 px