Log in

Bea Cukai Musnahkan 70 Ton Bawang Ilegal

Excavator menimbun bawang merah ilegal di tempat pembuangan sampah. andalas/mulyadi Excavator menimbun bawang merah ilegal di tempat pembuangan sampah. andalas/mulyadi

Lhokseumawe-andalas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Kota Lhokseumawe memusnahkan 70 ton bawang merah impor ilegal asal Thailand, Rabu (15/5).

Pemusnahan bawang merah ilegal itu dilakukan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Gampong Alue Liem, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe, dengan cara dimasukkan ke dalam lubang lalu ditimbun dengan tanah.

Sebelumnya bawang-bawang merah ilegal itu dibawa dari Gudang Bulog Punteut, Lhokseumawe ke areal TPA sampah dengan menggunakan dump truck.

Di lokasi TPA sampah, satu excavator dikerahkan untuk menggali lubang yang cukup besar dan dalam. Lalu ribuan karung berisi bawang merah tersebut dimasukkan ke dalam lubang dan ditimbun dengan tanah.

Kepala KPPBC Lhokseumawe Suparyanto mengatakan bawang merah impor ilegal asal Thailand itu merupakan hasil sitaan tim patroli di perairan Jambo Aye pada 15 April 2019.

“Ini merupakan hasil penindakan terhadap dua kapal yakni eks-KM Sinar Rahmat Laot GT 25 No. 3105/PPf dan eks-KM Samudra Al-Mubarakah GT 45 No. 1385/PPf,” jelasnya.

Dia menyebutkan dalam kasus ini ada dua tersangka yang sudah dititipkan di Lapas Kelas II A Lhokseumawe. Keduanya berinisial M dan SY warga Aceh Timur yang merupakan nakhoda penanggung jawab atas bawang ilegal yang dimuat di dalam kedua kapal tersebut.

Pihaknya menduga masih banyak barang atau bawang ilegal dari Thailand yang memasok kebutuhan di Provinsi Aceh sehingga pengawasan dan patroli akan terus dilakukan BC bersama aparat instansi terkait lainnya.

“Kami selalu berkoordinasi dengan pihak Lanal Lhokseumawe, Polairud, serta membuka ruang penyampaian informasi dari masyarakat apabila mengetahui adanya terjadi penyelundupan yang sama di kemudian hari,” ungkapnya.

Selanjutnya dia mengatakan, hasil uji laboratorium bahwa bawang merah impor itu memang tidak layak dikonsumsi karena sudah busuk. Bawang merah ilegal ini sebelum dimusnahkan dititipkan sementara di Gudang Bulog Lhokseumawe sekitar satu bulan lalu, karena keterbatasan ruang penyimpanan di Kantor Bea Cukai.

Pihaknya merincikan, bawang merah ilegal impor tersebut masing-masing sebanyak 1.748 karung berukuran 20 kilogram dan 3.872 karung ukuran 10 kilogram. Barang impor itu tanpa dilengkapi dengan dokumen kepabaenan.

Ia menyebutkan, kerugian materil berupa potensi penerimaan negara yang tidak tertagih dari bea masuk, pajak dalam rangka impor, dan cukai dari bawang merah ilegal asal Thailan ini sebesar Rp713.924.763.

Sedangkan kerugian imateril yang ditimbulkan apabila bawang merah impor ilegal yang tidak melalui proses tindakan karantina ini beredar adalah membahayakan kesehatan konsumen, dapat menyebarkan virus atau bibit penyakit juga dapat mengganggu kelangsungan produksi petani bawang merah di dalam negeri.

Dia menjelaskan, tindakan pidana dari aktivitas ilegal ini adalah melanggar Pasal 102 huruf a Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006, sehingga pelakunya diancam hukuman penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 10 tahun. (MUL)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px