Log in

Bayi Gajah Siska Butuh Perhatian Serius

Bayi gajah yang baru lahir terlihat selalu dekat dengan indukya, bersama para mahot dalam pagar plastik dan lingkungan yang agak kotor. Bayi gajah yang baru lahir terlihat selalu dekat dengan indukya, bersama para mahot dalam pagar plastik dan lingkungan yang agak kotor.

Tapaktuan,Aceh-andalas Bayi gajah sumatera yang lahir di Conservation Response Unit (CRU) Trumon, Gampong Naca, Kecamatan Trumon Tengah, kabupaten Aceh Selatan empat hari lalu membutuhkan penanganan dan perhatian serius para pihak.

Satu dari dua gajah betina di CRU Trumon bernama Siska berumur 36 tahun, melahirkan secara normal seekor bayi gajah, Rabu (16/3) dini hari kemarin . Lahirnya bayi gajah berkelamin betina dengan berat  80 kilogram dan tinggi sekira semeter itu, menambah jumlah gajah jinak di CRU Trumon menjadi 5 ekor.

Sebelumnya, gajah jinak di CRU yang berjarak 80 kilometer dari ibukota Aceh Selatan,Tapaktuan sejak tahun 2012 lalu, memiliki dua gajah jantan dan dua gajah betina yang ditugaskan untuk menanggulangi gangguan gajah liar. Masing-masing gajah jantan bernama Tuah dan Bayu serta yang betina bernama Nani dan Siska.

“Kelahiran berjalan normal diperkirakan antara pukul 24.00 hingga 01.00 WIB dini hari, dan menurut  dokter yang memeriksanya kondisi kedua gajah baik-baik saja,” kata mahot (pawang) yang menangani Gajah siska, Romaliadi yang ditemui andalas dilokasi, Senin (20/3).

Menurutnya, kondisi gajah Siska terlihat baik namun sedang mengalami sakit gondok karena kebanyakan memakan pelepah daun kelapa, sedangkan siska membutuhkan makan yang lebih untuk menghasilkan susu baik bagi anaknya.

Diterangkannya kondisi baru melahirkan, gajah siska tidak bisa di masukkan kehutan untuk makanannya demi keamanan, karenanya pihak CRU yang memberikan makanan tambahan tersebut, seperti gula merah, tebu dan makanan bergizi lainnya.

“Selain itu demi keamanan dan sterilisasi serta terhindar dari virus demi kelansungan hidup bayi gajah, maka dibutuhkan tempat atau kandang yang resprentatif, dan tidak terbuka seperti ini, yang rawan akan serangan hewan buas lainnya,” jelasnya yang diamini oleh Syarkawi mahot lainnya.

Pihak CRU tidak dapat melakukan hal ini mengingat program meraka yang ditangani YLI selama ini sudah berakhir, padahal dengan kelahiran bayai gajah baru yang merupakan penambahan populasi gajah dibutuhkan anggaran yang lebih. Artinya CRU perlu pendonor, sehingga membutuhkan perhatian dari para pihak terkait pelestarian gajah sumatera ini untuk kelangsungan hidup anak gajah yang lahir bertepatan dengan Hari Bhakti Rimbawan. (HSP)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

24°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 98%

Wind: 6.44 km/h

  • 23 May 2017 30°C 23°C
  • 24 May 2017 30°C 23°C

Banner 468 x 60 px