Logo
Print this page

Barang Subsidi Jadi Ajang Bisnis di Gayo Lues

Saniman, anggota PKN Gayo Lues. Saniman, anggota PKN Gayo Lues.

Blangkejeren-andalas Hampir seluruh barang yang disubsidi Pemerintah Indonesia dijadikan ajang mencari rezeki oleh sebagian pihak di Kabupaten Gayo Lues. Harga jual yang ditetapkan oleh pemerintah kebanyakan diabaikan oleh 'pemain' untuk mendapatkan keuntungan yang melimpah.

Barang subsidi yang kerap dimainkan oleh oknum tertentu di Gayo Lues adalah Bahan Bakar Minyak (BBM), gas elpiji 3 Kg, hingga pupuk subsidi. Rata-rata, barang yang sebagian harganya dibebankan kepada negara itu dijual ke masyarakat dengan harga di atas yang telah ditetapkan pemerintah.

"Pengawasan barang subsidi harus lebih diperketat oleh penegak hukum dan pihak terkait lainnya. Hal ini sangat perlu dilakukan untuk mempersempit ruang gerak orang-orang yang dengan sengaja mengambil keuntungan dari barang subsidi ini," kata Saniman, anggota PKN [Pemantau Keuangan Negara] Gayo Lues, Rabu (6/11) di Blangkejeren.

Saat ini, kata Saniman, BBM yang seharusnya dibeli masyarakat dengan harga murah terpaksa dibeli dengan harga tinggi lantaran sudah dijadikan barang dagangan oleh agen pengecer. Hal itu juga menyebabkan stok di Stasiun Pengisian Bakar Umum (SPBU) sering kosong karena terkesan diborong oleh agen pengecer dan perusahaan yang membutuhkan BBM seperti bensin dan solar.

"Gas elpiji 3 Kg yang disubsidi pemerintah juga mengalami hal yang sama. Harga yang seharusnya rendah, sengaja ditinggikan untuk mendapatkan keuntungan. Apalagi saat langka, harga jualnya bisa mencapai Rp30 ribu lebih (per tabung). Padahal harga yang ditetapkan pemerintah jauh di bawah itu," tambahnya.

Begitu juga dengan harga pupuk subsidi. Harga jual yang seharusnya di bawah Rp90 ribu per zak untuk jenis urea malah dijual agen pengecer dengan harga rata-rata Rp110 ribu per zak untuk mendapatkan keuntungan yang lebih banyak. Dan yang rugi adalah masyarakat kecil.

"Masalah barang subsidi ini perlu menjadi pemikiran pemerintah dan penegak hukum di Gayo Lues. Ini merupakan kejahatan dan pihak terkait harus membela rakyat di tengah anjloknya harga barang di Gayo Lues," jelasnya.

Saniman juga meminta kepada pemerintah daerah setempat agar melakukan pengawasan yang lebih ketat lagi terhadap barang subsidi yang ada di Gayo Lues. Sehingga tidak ada lagi oknum yang dengan sengaja mengambil keuntungan dari hasil bisnis barang subsidi. (NUAR)

PT. STAR MEDIA INTERNUSA
JL. TENGKU AMIR HAMZAH KOMP RUKO GRIYA RIATUR INDAH 182, 184, 186 - MEDAN - 20124 - SUMATERA UTARA - INDONESIA.
Email : berita.andalas@googlemail.com © 2013 - 2014 harianandalas.com - All Rights Reserved.
IKLAN ONLINE | REDAKSI

http://kpkpos.com http://bursaandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com