Log in

Aceh Besar Peroleh Penghargaan Pertanian, Pidie Masih Sebatas Visi Misi


Sigli,Aceh-andalas Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali menerima sertifikat  penghargaan atas keberhasilan daerahnya mengembangkan sembilan varietas tanaman petani. Penghargaan itu, diberikan oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia (RI).

Sertifikat tersebut diserahkan Kepala BPTP Provinsi  Aceh atas nama Badan Litbang Pertanian diwakili Ir Basri S Bakar MSi. Penyerahan penghargaan itu berlangsung di Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Selasa (10/7) siang.

Sementara sembilan varietas yang mengangkat keberhasilan Kabupaten Aceh Besar itu di tingkat nasional adalah jenis varietas ubi jalar madu, ubi jalar sarioto, sawo siku, ubi jalar jepang, ubi jalar rujak, ubi jalar hitam, ubi jalar sari madu,  mangga golek, dan buah langsat indrapuri.

Sembilan jenis tanaman tersebut, kini praktis diakui oleh Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian Kementerian RI sebagai tanaman kepemilikan Kabupaten Aceh Besar.

Bupati Aceh Besar, Ir Mawardi Ali di acara tersebut memberikan aspresiasi cukup tinggi kepada Dinas Pertanian dan Perkebunan  yang telah bekerja keras untuk memajukan daerahnya.

Atas keberhasilan tersebut, Bupati Mawardi Ali meminta pihak Dinas Pertanian dan Perkebunan untuk meningkatkan tanaman lainnya, termasuk padi ramos seulawah.
Mawardi Ali juga berharap hasil penelitian harus terus dikembangkan untuk meningkatkan varirtas lain karena kemajuan pertanian di Aceh Besar sudah dikenal srjak dahulu kala.

“Saya tegaskan, jangan berhenti untuk terus berinovasi demi kemajuan daerah ini, dimana Kabupaten Aceh Besar punya lahan perkebunan dan pertanian cukup luas, di samping peternakan,” katanya.

Tak Berjalan

Keberhasilan Aceh Besar yang mendapat pengakuan sembilan varietas itu, mestinya menjadi cerminan bagi Kabupaten Pidie, sesuai visi misi pasangan Bupati dan Wakil Bupati Pidie Roni Ahmad-Fadhlullah TM Daud ST.

Pada visi misi Bupati Pidie Abusyiek jelas tercatat "Blang, Gle, dan Laot". Tapi, banyak kalangan di Kabupaten Pidie menyebut visi misi bupati tersebut tidak berjalan, bahkan Gle sudah banyak yang rusak.

Rusaknya Gle (bukit hutan) tidak lepas dari pengambilan batu gunung (batu gajah). Batu gunung ini, merupakan bagian dari "paku bumi" yang dapat membuat longsoran tanah gunung, sekaligus memudahkan curahan banjir ke pemukiman penduduk.

Program membangun Laot (laut) lebih sukar lagi, serta belum.ada perubahan hingga setahun masa kepimpinan Bupati Abusyiek. Buktinya, abrasi pantai laut di Desa Geunteng Barat, sudah dua kali sejak akhir tahun 2017 hingga 2018. (dhian)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

27°C

Medan, Sumatera Utara

Thunderstorms

Humidity: 82%

Wind: 11.27 km/h

  • 20 Jul 2018 30°C 24°C
  • 21 Jul 2018 31°C 23°C

Banner 468 x 60 px