Logo
Print this page

50 Ha Sawah Gagal Panen, Jembatan Kabupaten Ambruk

Jembatan Kabupaten di Desa Seulinggeng Beurabo, Kecamatan Padang Tiji, Kabupaten Pidie, ambruk dihantam banjir kiriman, Selasa lalu Kini warga di sejumlah desa minta perhatian Pemkab Pidie untuk segera turun tangan. Jembatan Kabupaten di Desa Seulinggeng Beurabo, Kecamatan Padang Tiji, Kabupaten Pidie, ambruk dihantam banjir kiriman, Selasa lalu Kini warga di sejumlah desa minta perhatian Pemkab Pidie untuk segera turun tangan.

Dampak Banjir di Padang Tiji

Sigli,Aceh-andalas Setidaknya 50 hektar tanaman padi memasuki masa primodial (bunting muda) di  Desa Tanjong Kupula dan Desa Lheuen Kecamatan Padang Tiji, Kabupaten Pidie gagal panen setelah banjir meredam kawasan desa tersebut, Selasa (1/3) pagi. Selain itu, banjir turut merusak jalan kabupaten sepanjang 11 meter dan menghancurkan satu unit sarana perhubungan (jembatan) di Desa Seulienggeng Kemukiman Beurabo. Kini, warga setempat terus mencemasi banjir susulan dari arah bukit pegunungan Seulawah Inong serta dari patahnya tebing Waduk Seumayam yang belum mendapat perbaikan seutuhnya.  

Camat Padang Tiji, Zulkifli Yusuf, SH. SE kepada andalas, Rabu kemarin di ruang kerjanya menyebutkan, banjir yang dialami warganya tidak hanya merusak tanaman padi di dua desa, juga membuat jalan kabupaten di kawasan Desa Meuriya rusak parah, termasuk satu unit jembatan di kawasan Desa Seulinggeng Kemukiman Beurabo, dimana jembatan tersebut juga merupakan sarangan perhubungan dengan Kecamatan Batee.

Ia juga memaparkan, banjir yang melanda kecamatannya sehari lalu meskipun airnya sudah surut, tapi telah meninggalkan lumpur tebal di ladang persawahan petani di Desa Kupula Tanjong dan Desa Lheuen, dimana areal sawah seluas 50 hektar lebih yang padinya memasuki masa panen sudah tertimbun lumpur atau terancam gagal panen. “Kita sangat prihatin dengan musibah yang dialami oleh petani setempat,” sebutnya.

Sejauh itu, Camat Zulkifli Yusuf menyebutkan, musibah yang menimpa warganya sudah dilaporkan secara resmi8 kepada Pak Sekda, Haji Amiruddin, SE.M.Si. Dalam laporannya, diharap juga bantuan alat berat berupakan beko untuk membersihkan sejumlah saluran air yang masih tertimbun  kayu dan lumpur berat. Sedangkan kerusakan sarana perhubungan jalan dan jembatan sudah dilaporkan ke dinas terkait, termasuk kepada kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie.

Lebih lanjut, Camat Zulkifli Yusuf berharap di tingkat kabupaten, baik Dinas PU dan dinas-dinas terkait lainnya dengan bencana  agar segera turun tangan untuk memperbaiki sarana perhubungan yang telah rusak, khususnya jembatan jalan kabupaten yang menghubungkan sejumlah desa dalam kecamatannya dengan Kecamatan Batee. Karena, jembatan tersebut sarana yang palin g utama dalam kelancaran roda perekonomian masyarakat di belasan desa.

Patah dan Hancur

Pengamatan andalas di sejumlah titik rawan banjir di Kecamatan Padang Tiji, terlihat warga dari pasca banjir sedang membersihkan rumahnya dari lumpur. Sedangkan tanaman padi di kawasan Desa Kupula Tanjong, Meuria, dan Desa Lheuen masih tergenang banjir kiriman. Dipastikan padi yang sedang memasuki masa bunting muda ini sudah tidak dapat dipanen lagi. Kondisi ini, membuat petani setempat kehilangan pendapatannya.

Selain arel persawahan seluas 50 hektar lebih yang mengalami kerusakan akibat banjir, juga jalan kabupaten di Desa Meuriya Tanjong sepanjang 10 meter lebih dalam kondisi rusak parah. Sedangkan sebuah jembatan jalan kabupaten di Desa Seulinggeng Kemukiman Beurabo, juga patah dan hancur di bagian pangkal kepala (opriet) , sehingga tidak dapat dilalui lagi. Akibatnya, warga harus menempuh jalan memutar atau melewati jalan propinsi

Salah seorang warga Desa Beurabo, Nurdin  kepada andalas secara terpisah di lokasi ambruknya jembatan Desa Seulinggeng mengatakan, jika jembatan tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat di belasan desa, baik masyarakat di Kemukiman Beurabo maupun masyarakat di sejumlah desa dalam Kecamatan Batee. “Ini jalan dan jembatan yang sangat dekat bagi warga Padang Tiji ke Kecamatan Batee,” paparnya.

Nurdin menyebutkan, banjir yang sering melanda kecamatannya belakangan ini akibat tanggul Waduk Seumayan sudah tidak mampu menahan curahan hujan lagi dan ada sebagian tebing (tanggul) penahan air sudah jebol. Sehingga, curahan air yang meruah itu menerobos pemukiman penduduk Desa Kupula Tanjong, Desa Meuriya, dan Desa Lheuen, serta juga dapat dialami oleh desa-desa lainnya apabila kerusakan tanggul penahan air itu tidak segera diperbaiki.

Sedangkan sejumlah pemuka masyarakat di Kecamatan Padang Tiji dalam menanggapi musibah banjir yang dirasakan warganya menyebutkan, pemerintah seharusnya cepat tanggap karena banjir  ini bukan baru sekali terjadi di sini, tapi sudah beberapa kali tentu pejabat di tingkat kabupaten sudah tahu penyebab utamanya. “Kita membangun waduk, tentu pula harus tahu pula membangun jaringan airnya mau mengalir kemana, sehingga tidak menyesak dalam waduk dan suatu saat seperti ini melimpah dan menerjang apa saja,” kata Tgk Hamdani, Tgk H. Achmad dan Tgk H Salim.

Pemuka masyarakat setempat juga berharap, masalah banjir yang kerap melanda Kecamatan Padang Tiji secepatnya dicari solusi agar tidak terus berkelanjutan, apalagi sudah diketahui ujung pangkalnya akibat patahnya sebagian tebing di Waduk Seumayam serta juga akibat hutan mulai tandus. “Masalah ini, tidak boleh didiamkan terus, nantinya akan menyulitkan daerah untuk mengatasi yang lebih parah lagi,” timpal H Budiman dabn Tgk Ilyas Umar. (dhian)

PT. STAR MEDIA INTERNUSA
JL. TENGKU AMIR HAMZAH KOMP RUKO GRIYA RIATUR INDAH 182, 184, 186 - MEDAN - 20124 - SUMATERA UTARA - INDONESIA.
Email : berita.andalas@googlemail.com © 2013 - 2014 harianandalas.com - All Rights Reserved.
Info Pemasangan Iklan Online

http://kpkpos.com http://bursaandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com