Logo
Print this page

16 Pelaku Demo Rusuh di Taput Diamankan


Tarutung-andalas Polisi mengamankan 16 orang terduga pelaku demo rusuh di Kantor Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Senin (16/7).

"Sebanyak 16 terduga pelaku telah diamankan di Polres Taput," kata Kasubbag Humas Polres Taput Aiptu Walpon Baringbing, Selasa (17/7).

Pada saat unjuk rasa itu, Brigadir Togu Hutasoit dan Harris Matondang, kata Walpon, mengalami luka akibat aksi lempar batu oleh massa.

Dalam peristiwa tersebut, demo tanpa pemberitahuan kepada pihak kepolisian yang berujung rusuh itu tidak mengakibatkan korban jiwa. Namun, Kantor Panwaslu Taput mengalami kerusakan.

"Konsentrasi massa sudah tidak ada lagi. Situasi sudah dalam keadaan aman dan kondusif," katanya.

Namun, Polres Taput yang dibantu sejumlah personel dari Polres Humbahas, Polres Tobasa, dan Ditsabhara Polda Sumut tetap melakukan pengamanan guna mencegah adanya aksi susulan.

Ke-16 orang yang diamankan, yakni Tolhas Hutauruk (42), warga Sirajaoloan Kecamatan Tarutung; Limbong Hutabarat (57), warga Panggabean Kecamatan Siatas Barita; Rudi Panggabean (46), warga Lumban Siagian Julu;  Bangkit Tambunan (32), warga Purbatua Janji Angkola; Samuel Sipahutar (20), warga Kecamatan Sipoholon; dan Victor Gultom (28), warga Kecamatan Pahae Jae.

Kemudian, Supriadi Hutabarat (22), warga Hutaraja Kecamatan Sipoholon; Teddy Simanungkalit (46), warga Kecamatan Sipoholon; Miller Hutabarat (60), warga Desa Hapoltahan; Parlaungan Hutabarat (59), warga Kecamatan Hutabarat; Christiani Ritonga (18), warga Desa Simorangkir Hutaginjang; Lamhot Purba (47), warga Kecamatan Pagaran; Tomson Hutabarat (53), warga Desa Partai Julu; Diego Simorangkir (19), warga Kecamatan Siatas Barita; Joel Harahap (18), warga Desa Hutagalung Harian; dan Robert Hutabarat (58), warga Desa Simorangkir Habinsaran. Kapolres Taput AKBP Horas M Silaen mengatakan, untuk mencegah serangan massa ke Polres Taput, ke-16 orang tersebut kini diamankan ke Polres Tobasa.

"Ada 16 orang kita amankan terkait demo anarkis semalam (Senin). Mereka kini dilakukan pemeriksaan di Polres Tobasa untuk mencegah unjuk rasa ke Polres Taput," kata Horas kepada wartawan melalui telepon seluler, Selasa (17/7).

Horas menerangkan, unjuk rasa yang berujung bentrokan ini terjadi lantaran adanya pesan di media sosial (medsos) yang menyebut kemenangan salah satu paslon pada Pemilihan Bupati-Wakil Bupati Taput.

"Sehingga salah satu pendukung paslon melakukan unjuk rasa meminta kejujuran dan keadilan. Dalam tuntutan mereka, seharusnya Bawaslu provinsi yang mengumumkan hasil gugatan pilkada, bukannya dari facebook. Inilah kemudian yang menjadi kemarahan pendukung paslon," sebutnya.

Massa menurutnya mulai melakukan unjuk rasa sejak Kamis, Jumat, Sabtu pekan lalu dan puncaknya terjadi pada Senin 16/7). Pada hari puncaknya itu, jelasnya, massa unjuk rasa di tiga titik lokasi.

"Yang paling parah terjadi di Jalan Balige, massa melakukan pelemparan ke Kantor Panwaslu dan melempari aparat," terangnya.

Aksi itu memicu terjadinya bentrok antara massa pengunjuk rasa dengan aparat. Dari bentrokan itu, tak hanya pengunjuk rasa, aparat keamanan juga mengalami luka-luka.

"Pada saat itu, kami dari kepolisian adalah bagaimana mengamankan situasi agar kembali kondusif," pungkasnya.

Sebelumnya, Senin (16/7), ratusan orang yang menggelar aksi melakukan perusakan Kantor Panwas Kabupaten Tapanuli Utara dan melumpuhkan arus lalu lintas di Jalinsum Tarutung-Balige, serta jalur lintas Tarutung-Pahae.

Konsentrasi massa yang terbagi di dua titik, yakni di depan Kantor Panwas Kabupaten Tapanuli Utara di Desa Siraja Hutagalung, dan di simpang tiga Sipoholon-Tarutung-Hutabarat yang mengakibatkan lumpuhnya arus lalu lintas sejak pukul 11.00 WIB hingga pukul 20.20 WIB.

Kantor panwas dirusak massa yang berada di Desa Siraja Hutagalung Siatasbarita saat emosi massa yang ingin merangsek maju menerobos barikade polisi mendapatkan perlawanan dari aparat.

Massa yang sebelumnya menggelar orasi dengan membawa sebuah peti mati serta membakar ban bekas yang tersulut dengan cepat. Mereka langsung ditindak aparat dengan menembakkan gas air mata yang dibalas lemparan batu oleh massa.

Pendemo yang terlanjur tersulut emosi membuat Kantor Panwas Kabupaten Tapanuli Utara sebagai sasaran utama pelemparan bebatuan dan sejumlah marka jalan hingga kondisi bagian depan kantor mengalami kerusakan. (DA/ANT)

PT. STAR MEDIA INTERNUSA
JL. TENGKU AMIR HAMZAH KOMP RUKO GRIYA RIATUR INDAH 182, 184, 186 - MEDAN - 20124 - SUMATERA UTARA - INDONESIA.
Email : berita.andalas@googlemail.com © 2013 - 2014 harianandalas.com - All Rights Reserved.
IKLAN ONLINE | REDAKSI

http://kpkpos.com http://bursaandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com