Medan-andalas Satu lagi infrastruktur vital bakal dibangung di Sumatera Utara, yakni proyek jalan tol Medan-Binjai. Jalan tol sepanjang 15,8 km ini akan dikerjakan mulai awal tahun 2013.
Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Setdapropsu, Riadil Akhir Lubis, di kantornya Jalan Diponegoro Medan, Jumat (18/5) mengatautkan, saat ini proses pembangunan jalan tol Medan-Binjai masih dalam tahap perampungan rencana ROW (right of way) atau rencana daerah milik jalan seperti parit dan area hijau. Ini diperkirakan baru rampung menjelang akhir 2012.
Setelah itu, ungkapnya, baru dilaksanakan tender untuk mencari perusahaan konstruksi yang kompeten mengerjakannya. Seiring dengan penyiapan ROW plan itu, mulai dilakukan upaya pembebasan tanah.
Disebut Riadil, jalan tol itu sendiri dalam perencanaan saat ini membutuhkan lahan 116,66 ha, di mana biaya pembebasan lahannya yang harus disediakan pemerintah sebesar Rp 256 miliar.
“Data teknis jalan tol itu, yakni panjang 15,8 km dengan rencana kecepatan 100 km per jam. Jumlah lajur 2×3, lebar lajur 3,6 m, lebar median 5,5 m, lebar bahu dalam 1,5 m, lebar bahu luar 3 m dan lebar rumija sekitar 60 m,” jelasnya.
Kemudian volume lalu lintas 10.516 kendaraan per hari (perhitungan 2011), biaya konstruksi 1,293 triliun, kebutuhan lahan 116,6 ha dan biaya pembebasan lahan Rp 256 miliar.
Total luas lahan 116,66 ha tersebut, jelas Riadil, terdiri dari lahan sawah 11,4 ha atau 9,77% dari luas lahan, perkebunan (PTPN 2) 85,2 ha (73,03%), permukiman 14,06 ha (12,05%), pabrik/industri 1,8 ha (1,54%) dan lain-lain 4,2 ha (3,6%). “Koridor ruas tol Medan-Binjai terdiri dari Kota Medan, Kota Binjai dan Kabupaten Deli Serdang,” ujarnya.
Riadil mengungkapkan, pekerjaan jalan tol ini menjadi perhatian serius pemerintah. Hal ini karena termasuk dalam lima program utama proyek pemerintah, bersama jalan tol Medan-Kualanamu dan Kualanamu-Tebingtinggi, yang sekaligus menjadi andalan untuk menarik investor dalam dan luar negeri.
Ketua Kadin Sumut, Irfan Mutyara, mengatakan, jalan tol tersebut sangat dinantikan kalangan pengusaha. “Jalan tol Medan-Binjai ini jelas sangat kita harapkan karena akan memperlancar siklus bisnis,” kata Irfan lewat telepon selularnya, kemarin.
Jalan tol itu, ungkap Irfan, pastinya akan mengurangi beban pengusaha dari sisi waktu, sebab waktu yang cepat dalam aktivitas bisnis, sangat menekan biaya yang dikeluarkan.
Tidak bisa diingkari, akunya, jika selama ini jarak tempuh yang cukup lama dari dan menuju Binjai sekitarnya, merugikan pengusaha.
Paling penting, menurutnya, jalan tol tersebut ditambah dengan jalan tol Medan-Kualanamu dan Kualanamu-Tebingtinggi, akan memadukan lingkup bisnis pantai barat, pantai timur dan Kota Medan dan menumbuhkembangkan kegairahan ekonomi di kawasan segi tiga emas atau Indonesia, Malaysia dan Singapura.
- 19/05/2012 09:59 - STIE IT&B Juara Pertama se-Sumut
- 19/05/2012 09:55 - Gatot Berbaur Bersama Warga Batak
- 19/05/2012 09:53 - Kinerja Disbudpar Medan Dinilai Tidak Maksimal
- 19/05/2012 09:48 - Dinas TRTB Diminta Gunakan Alat Berat
- 19/05/2012 09:36 - Rektor UISU: Minat Menulis Guru Masih Rendah
- 19/05/2012 09:31 - AS Ingin Medan Tuan Rumah APEC 2013
- 18/05/2012 11:21 - Pemko Dinilai Hambat Pembangunan City Check In
- 18/05/2012 11:15 - AY Nasution Minta PB LIMMA Lestarikan Budaya Mandailing
- 18/05/2012 11:11 - Guru Berpenyakit Kronis Disarankan Tunda PLPG
- 18/05/2012 11:08 - Unimed Sediakan Layanan Bantuan Bagi Pendaftar SNMPTN




